Covid-19
Hingga saat ini, vaksin dinilai sebagai salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran virus Covid- 19 disamping tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat. Vaksin dapat memicu sistem imunitas tubuh sehingga resiko tertular menjadi kecil dan jika tertular bisa mencegah terjadinya gejala berat dan komplikasi.
Akhir- akhir ini begitu marak kegiatan vaksin massal dengan harapan jika sudah banyak yang mendapatkan vaksin, maka bisa mendorong terbentuknya herd immunity (Kekebalan kelompok) .
Lebih dari satu tahun belakangan ini, eksistensi manusia terusik dan dibuat kalang kabut oleh adanya pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease-19) yang memberi gejala demam, nyeri seluruh tubuh, sesak nafas, kurang bisa mengecap dan membau.
Kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia akhir-akhir ini, jumlah kasus positif Corona semakin bertambah dari hari ke hari. Rumah sakit, fasilitas kesehatan, shelter-shelter untuk isolasi mandiri semakin penuh, sehingga perlu adanya upaya untuk menambah shelter-shelter untuk isolasi mandiri. Universitas Negeri Yogyakarta yang merupakan universitas kerakyatan peduli dengan hal itu.
Masa pandemic Covid-19 membuat sebagian besar sekolah tidak menyelenggarakan sekolah tatap muka. Walaupun proses belajar bisa menggunakan system daring, ataupun pemberian tugas kepada siswa, tapi sebagian besar siswa kurang bisa memahami materi pelajaran. Terlebih bagi siswa Sekolah Dasar.
“Tidak terasa, tidak sakit. Ini sama dengan vaksin tahap pertama, tidak sakit, ra kroso,“ demikian dikatakan Prof. Dr. Edi Purwanta, M.Pd., selaku Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan ketika menerima suntik vaksinasi tahap 2 yang dilaksanakan pada Selasa, 4 Mei 2021 di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta.
“Dalam rangka peningkatan sumber daya manusia Indonesia unggul, Universitas Negeri Yogyakarta berkomitmen untuk menyelenggarakan Kampus Sehat guna mendukung dan mendorong setiap sivitas akademika dan masyarakat di lingkungan kampus untuk mewujudkan lingkungan dan perilaku hidup sehat, melalui pendekatan kesehatan secara komprehensif pada tatanan kampus untuk meningkatkan derajat kesehatan yang optimal dan berkelanjutan, meningkatkan literasi kesehatan dan menerapkan program kampus sehat, kegiatan/aktivitas kampus sehat mengedepankan upaya promotif dan preventif dalam rangka menjaga dan meni
Pandemi virus korona yang mewabah sejak akhir tahun lalu nyatanya masih belum usai. Hampir seluruh lapisan masyarakat terkena imbas dari wabah ini, terlebih masyarakat kecil dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Kesejahteraan masyarakat menurun akibat hilangnya sumber penghasilan. Di lain sisi, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengembangkan prestasi akademik tetapi juga sikap-sikap positif yang salah satunya adalah peduli. Masa dan kondisi seperti saat ini dirasa sebagai saat yang tepat bagi mahasiswa untuk merealisasikan rasa empati dan peduli dalam bentuk aksi nyata.
Selama lebih dari tiga jam, pada hari Rabu, 24 Juni 2020 Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggaraan Workshop Daring Model Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19, untuk workshop ini adalah seri yang ke 2 dengan tema "Model Pembelajaran Bagi Guru Kimia dan Fisika untuk jenjang SMA".
Sejak awal Maret 2020, istilah Work From Home (WFH) dan Study From Home (SFH) seakan menjadi topik utama di semua lini komunikasi di Indonesia. Hal ini terkait himbauan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk melakukan social distancing atas penyebaran virus Corona (Covid19) yang oleh WHO sudah ditetapkan menjadi Pandemi. Sebelum Indonesia, di beberapa negara dengan tingkat kasus penyebaran virus corona yang lebih tinggi dan sudah lebih dulu menerapkan Work From Home (WFH) dalam aktivitas warganya (termasuk aktivitas bidang pendidikan).
Adanya wabah virus Covid-19 tentu saja merubah banyak hal, kebiasaan, perilaku, termasuk diantaranya dalam dunia pendidikan. Untuk mengantisipasi itu semua terutama dalam bidang pendidikan maka Ikatan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (IKA UNY) menyelenggarakan webinar dengan tema: "Manajemen Pendidikan di Era Covid- 19 dan New Normal". Tentu saja diharapkan dengan terselenggaranya webinar ini para peserta terutama para tenaga pengajar seperti dosen maupun guru dapat tetap aktif melakukan kegiatan belajar walau tanpa tatap muka serta tetap bisa memotivasi para peserta didiknya.
English