Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Pemilahan Sampah untuk Mendukung Kesehatan Lingkungan dan Nilai Ekonomi” baru-baru ini di Pos Ronda Kampung Cepit, Soropadan, Caturtunggal. Kegiatan ini dibimbing oleh Yussi Anggraini, M.Pd. serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Well-Being). Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah rumah tangga sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomi.
Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK RT 07 Kampung Cepit dengan jumlah kehadiran sebanyak 32 ibu-ibu PKK dari total 51 warga di wilayah tersebut. Acara diawali dengan arisan rutin bulanan ibu-ibu PKK, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai jenis-jenis sampah, cara pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, serta dampak sampah yang tidak terkelola terhadap kesehatan lingkungan. “Pemilihan ibu-ibu PKK sebagai sasaran utama kegiatan didasarkan pada peran perempuan sebagai garda terdepan dalam rumah tangga, khususnya dalam membentuk kebiasaan keluarga terkait pengelolaan sampah sehari-hari” ujar Yussi. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan ibu-ibu PKK dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah.
Selain memberikan edukasi mengenai kesehatan lingkungan, mahasiswa juga menjembatani masyarakat dengan Unit Layanan Bumiku Lestari sebagai sarana penyaluran sampah yang telah dipilah. Kampung Cepit dipilih sebagai lokasi kegiatan karena bank sampah di wilayah tersebut belum berjalan secara aktif sehingga masyarakat masih membutuhkan pendampingan terkait pengelolaan sampah yang lebih terorganisir. Dalam sosialisasi dijelaskan bahwa Unit Layanan Bumiku Lestari menerima berbagai jenis sampah seperti plastik, kertas, logam, barang elektronik, dan minyak jelantah untuk kemudian dikelola kembali agar memiliki nilai guna. Menariknya, sampah yang telah dipilah dapat ditukarkan dengan berbagai bahan pangan seperti telur, daging, susu, sayuran, yogurt, hingga makanan beku. Program tersebut mendapat respons positif dari ibu-ibu PKK karena dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus meningkatkan motivasi dalam menerapkan kebiasaan memilah sampah.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan sesi diskusi bersama ibu-ibu PKK mengenai pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan. Salah satu ibu PKK menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Selama ini sampah di lingkungan kami biasanya hanya diberikan kepada tukang rongsok. Setelah adanya sosialisasi ini, kami jadi mengetahui bahwa sampah juga dapat disalurkan melalui Unit Layanan Bumiku Lestari dan memberikan manfaat lebih, salah satunya dapat ditukarkan dengan bahan pangan. Kami berharap program ini dapat berjalan di Dukuh Cepit,” Ungkapnya . Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat dari berbagai pertanyaan dan tanggapan mengenai mekanisme penyaluran sampah serta manfaat ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran FEB UNY berharap masyarakat Kampung Cepit semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang baik. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian SDGs melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
English