UNY Gelar ICERI 2026, Dorong Kolaborasi STEM dan SHARE untuk Masyarakat Berkelanjutan

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali memperkuat kiprahnya dalam forum akademik internasional melalui penyelenggaraan The 14th International Conference on Educational Research and Innovation (ICERI) 2026. Konferensi internasional tersebut akan berlangsung pada 29–30 September 2026 di Auditorium dan Gedung Direktorat Pendidikan Profesi dan Kompetensi (DPPK) UNY.

ICERI 2026 mengangkat tema “STEM and SHARE for a Sustainable and Advanced Society”. Tema tersebut menekankan pentingnya sinergi antara bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dengan SHARE (Social, Humanities, Art, Religious, and Economics) dalam menjawab berbagai tantangan global sekaligus membangun masyarakat yang berkelanjutan dan maju.

Konferensi ini dirancang sebagai ruang akademik bagi para akademisi, peneliti, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan, pelaku industri, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, serta membangun kolaborasi lintas disiplin. Melalui ICERI 2026, UNY berupaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam merespons perkembangan teknologi dan berbagai persoalan global yang semakin kompleks.

Ketua ICERI 2026, Dr. Ir. Bayu Rahmat Setiadi, M.Pd., mengatakan bahwa penyelenggaraan ICERI 2026 menjadi momentum penting untuk mempertemukan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan perspektif sosial, humaniora, seni, agama, serta ekonomi. “ICERI 2026 kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempertemukan kekuatan STEM dan SHARE. Kami berharap forum ini tidak hanya menghasilkan pertukaran gagasan dan temuan penelitian, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan” katanya.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat cepat, termasuk kecerdasan buatan, perlu diimbangi dengan perhatian terhadap aspek kemanusiaan, etika, budaya, kesetaraan, dan keberlanjutan. Karena itu, pendekatan lintas disiplin menjadi semakin penting dalam menghasilkan solusi terhadap persoalan masyarakat.

“Kemajuan teknologi perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui ICERI 2026, kami ingin mendorong penelitian dan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan, inklusif, beretika, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” lanjut Bayu.

ICERI 2026 akan menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri. Keynote speaker yang dijadwalkan hadir adalah Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan topik “National and Institutional Strategies for STEM and SHARE in Higher Education”. Selain itu, hadir pula Dr. Ayom Widipaminto, S.T., M.T. dari LPDP, Prof. Oleg V. Trofimov selaku Rektor Lobachevsky University, Assoc. Prof. Dr. I Gusti Ngurah Darmawan dari School of Education, Adelaide University, serta Prof. Basikin, M.Phil., M.Ed., Ph.D. dari UNY.

Rangkaian kegiatan ICERI 2026 meliputi sesi keynote, plenary session, presentasi paralel, diskusi akademik, serta jejaring internasional. Pada hari pertama, Selasa (29/9), kegiatan dijadwalkan berlangsung di Auditorium UNY, sedangkan sesi paralel dan rangkaian kegiatan berikutnya dilaksanakan di Gedung DPPK UNY.

Melalui penyelenggaraan ICERI 2026, UNY berharap dapat semakin memperluas jejaring kerja sama akademik internasional sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan. “Kami mengundang para peneliti, akademisi, pendidik, praktisi, mahasiswa, maupun mitra dari berbagai negara untuk bersama-sama membangun dialog dan kolaborasi. Semoga ICERI 2026 menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan masyarakat yang lebih maju, inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” tutur Bayu. Pendaftaran masih dibuka hingga 5 September 2026 melalui laman https://iceri.uny.ac.id/.

Penulis
Dedy
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU 5. Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat