Dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skim Mbangun Desa melalui Festival Permainan Tradisional dan Pelatihan Manajemen Festival di Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Kegiatan yang berlangsung baru-baru ini melibatkan anak-anak dan pemuda Karang Taruna sebagai upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus menanamkan nilai keberagaman, sportivitas, kerja sama, dan pembentukan karakter sejak dini.
Mengusung pendekatan edukasi berbasis budaya, kegiatan tidak sekadar menghadirkan perlombaan permainan tradisional, tetapi juga mengenalkan sejarah serta nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Anak-anak diajak mengenal dan mempraktikkan berbagai permainan tradisional, sementara pemuda Karang Taruna dan pengurus desa mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan festival agar mampu menyelenggarakan kegiatan edukatif dan kebudayaan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Sebanyak 50 anak berpartisipasi dalam simulasi dan kompetisi permainan tradisional, di antaranya gobak sodor, egrang, tarik tambang, bentengan, dan engklek. Kegiatan berlangsung meriah dalam suasana peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain anak-anak, sebanyak 15 anggota Karang Taruna dan pengurus desa mengikuti pelatihan tata kelola festival, pengorganisasian acara, hingga pendokumentasian kegiatan.
Kegiatan juga menghadirkan Yudi, Ketua Komite Permainan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Yogyakarta, yang mengenalkan sekaligus mempraktikkan sejumlah permainan tradisional bersama peserta. Kehadiran narasumber memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak mengenai beragam permainan tradisional yang sarat dengan nilai edukasi dan kebersamaan.
Hasil evaluasi menunjukkan antusiasme anak terhadap permainan tradisional mencapai rata-rata 93,1 persen, sedangkan tingkat kepuasan terhadap pelaksanaan kegiatan mencapai 93,9 persen. Hasil tersebut menunjukkan tingginya penerimaan peserta terhadap kegiatan yang memadukan unsur permainan, pendidikan karakter, dan pelestarian budaya.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Pasca Tri Kaloka, S.Pd., M.Pd., mengatakan permainan tradisional dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai karakter kepada anak.
“Permainan tradisional mengajarkan kejujuran, kerja sama, sportivitas, dan gotong royong. Selain itu, permainan tradisional dapat menjadi alternatif aktivitas yang menarik bagi anak sehingga mereka tidak selalu bergantung pada gawai,” ujarnya.
Kegiatan PkM ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas Dr. Pasca Tri Kaloka, S.Pd., M.Pd., Dr. Rizki Mulyawan, S.Pd., M.Or., Dr. Ismail Gani, M.Or., dan Dr. Teddy Giolanda Pratama, S.Pd., M.Pd. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan lima mahasiswa, yaitu Lintang Astri Maharani, Marshela Anggi Pramudita, Fadhilah Nurrohmah, Nafiludin, dan Ivan Kristanto.
Kepala Desa Jembungan, Budi Arif Dwi Nugroho, S.H., M.H., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, masyarakat sangat antusias mengikuti rangkaian festival karena kegiatan tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mempererat hubungan sosial sekaligus memberikan pengalaman kepada pemuda desa dalam mengelola kegiatan secara lebih terorganisasi.
Hal senada disampaikan salah satu perwakilan pemuda Karang Taruna. Ia menilai pelatihan manajemen festival memberikan pengalaman nyata bagi pemuda untuk belajar merencanakan, mengorganisasi, melaksanakan, dan mendokumentasikan kegiatan desa secara profesional.
Melalui kegiatan ini, UNY turut mendorong pemberdayaan masyarakat desa melalui pendidikan karakter dan pelestarian kebudayaan berbasis kearifan lokal. Festival permainan tradisional diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Desa Jembungan untuk terus menghidupkan permainan tradisional sebagai bagian dari aktivitas edukatif, sosial, dan budaya masyarakat.
English