Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui demonstrasi pengelolaan sampah organik dengan metode biopori dan komposter galon di Padukuhan Degolan, Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik rumah tangga yang ramah lingkungan sekaligus mendukung upaya peningkatan daya resap air tanah. Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Materi kegiatan disampaikan oleh Lulu Dyah Nugrahaeni dan Nasywa Humaira yang menjelaskan konsep dasar biopori serta manfaatnya bagi lingkungan. Dalam pemaparannya, keduanya menyampaikan bahwa biopori merupakan lubang resapan yang diisi sampah organik seperti sisa sayur, kulit buah, dan daun kering, yang dapat terurai secara alami menjadi kompos serta membantu mengurangi genangan air.
Selain itu, Lulu dan Nasywa juga memperagakan tiga jenis media pengelolaan sampah organik, yaitu biopori pipa paralon, biopori galon bekas, serta komposter galon. Seluruh alat diperkenalkan sebagai teknologi sederhana, berbiaya rendah, dan dapat dibuat sendiri oleh masyarakat dengan memanfaatkan barang bekas di sekitar rumah. Upaya ini turut mendukung SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Ketua tim KKN, Ahmad Farhan Fadhila, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. “Kami ingin mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah organik rumah tangga. Selain mengurangi volume sampah, praktik biopori juga membantu menjaga keseimbangan lingkungan dan ketersediaan air tanah,” ujarnya, Senin (23/2/26).
Selama kegiatan berlangsung, warga menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya mengenai cara perawatan biopori, jenis sampah yang boleh dimasukkan, hingga ciri-ciri kompos yang siap digunakan. Mahasiswa KKN juga memberikan panduan perawatan agar biopori dan komposter tidak menimbulkan bau serta dapat digunakan dalam jangka panjang, sebagai bagian dari edukasi lingkungan berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim KKN-R 20 Degolan yang beranggotakan Ahmad Farhan Fadhila, Irsyad Sabiluddin, Isna Lutvia Sri Harnani, Laire Anindya Isnaini Azzahra, Lulu Dyah Nugrahaeni, Nabila Alya Fatiha, Nabila Velda Azzahra, Nasywa Humaira, dan Nayla Shahira.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNY berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pencapaian target SDGs di tingkat desa.
English