Mahasiswa PLK UNY Kembangkan Dashboard UMKM Banaran III untuk Perkuat Digitalisasi Ekonomi Desa

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) kelompok Baswara Banaran berhasil mengembangkan Dashboard UMKM Banaran III, sebuah platform digital yang dirancang untuk mendukung promosi dan pendataan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Dusun Banaran III, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. Program ini dilaksanakan pada Februari–Mei 2026 sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong transformasi digital ekonomi masyarakat desa.

Tim PLK Baswara Banaran terdiri atas sepuluh mahasiswa lintas disiplin ilmu, yaitu Hanna Alisha Salama, Fera Meifa Nurfais, Siti Nurul Aini Wardanisa, dan Rani Putri Novita dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB); Rizka Putri Purnama Sari, Anindhita Pinasthika Utama, Yurcelanggy Zahran Alzena Ardhaenu, dan Muhammad Edward Budiyono dari Fakultas Teknik (FT); serta Agung Cahyadi dan Adzani Zumara dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK). Kolaborasi multidisiplin ini memungkinkan pengembangan solusi digital yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga memperhatikan aspek ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Program ini berangkat dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Banaran III masih mengandalkan metode promosi dan pencatatan usaha secara konvensional. Selain itu, belum tersedianya pusat data UMKM yang terintegrasi menyebabkan potensi ekonomi masyarakat belum terdokumentasi secara optimal. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa PLK UNY untuk menghadirkan sebuah platform digital yang dapat menjadi media promosi sekaligus sarana pemetaan potensi usaha warga.

Dashboard UMKM Banaran III dikembangkan sebagai pusat informasi usaha yang dapat diakses secara mudah oleh masyarakat maupun calon konsumen. Melalui platform ini, pengguna dapat melihat katalog produk UMKM, mengetahui lokasi usaha melalui peta digital interaktif, serta terhubung langsung dengan pelaku usaha melalui fitur integrasi WhatsApp. Kehadiran dashboard tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk lokal dan meningkatkan visibilitas UMKM Banaran III di era digital.

Proses pengembangan sistem dilakukan secara bertahap, mulai dari analisis kebutuhan, pendataan UMKM, perancangan sistem, hingga implementasi dan pengujian. Dashboard dibangun menggunakan framework Laravel dengan basis data MySQL. Tim juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses perancangan antarmuka pengguna (user interface) agar tampilan sistem lebih menarik, intuitif, dan mudah digunakan oleh masyarakat.

Ketua tim pengembangan, Rizka Putri Purnama Sari, menjelaskan bahwa dashboard ini dirancang tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai langkah awal membangun ekosistem digital UMKM di tingkat dusun.

"Kami berharap Dashboard UMKM Banaran III dapat menjadi sarana yang memudahkan pelaku usaha dalam mempromosikan produknya sekaligus membantu masyarakat memperoleh informasi UMKM secara lebih cepat dan akurat. Melalui platform ini, potensi ekonomi lokal dapat dikenal lebih luas dan terus berkembang," ujarnya.

Sebagai bentuk implementasi program, tim PLK menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi penggunaan dashboard pada 9 Mei 2026 di kediaman Dukuh Banaran III. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat dusun, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai cara mengakses website, mengelola informasi usaha, memperbarui katalog produk, hingga memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia.

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim juga menyusun buku panduan teknis penggunaan dashboard yang diserahkan kepada perangkat dusun. Panduan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi administrator maupun pelaku UMKM dalam mengelola sistem secara mandiri setelah program PLK berakhir.

Kehadiran Dashboard UMKM Banaran III mendapat sambutan positif dari masyarakat dan perangkat dusun. Selain mempermudah proses pendataan UMKM, platform ini dinilai mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi produk lokal serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha.

Meski menghadapi sejumlah tantangan, seperti penyesuaian kode hasil pemanfaatan AI dengan sistem Laravel dan beragam tingkat literasi digital masyarakat, seluruh rangkaian program berhasil diselesaikan sesuai target. Saat ini Dashboard UMKM Banaran III telah tersedia secara daring dan siap dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis teknologi.

Melalui inovasi ini, mahasiswa PLK UNY berharap digitalisasi UMKM di tingkat dusun dapat terus berkembang dan berkelanjutan. Sinergi antara perangkat dusun, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat dashboard dapat dirasakan dalam jangka panjang, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi lokal di tengah perkembangan teknologi digital.

Program ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas UMKM, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi digital dalam pengelolaan usaha, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pengembangan potensi ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis
Tim PLK Banaran
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus