Sebanyak tiga unit usaha di Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten kini memiliki identitas digital yang siap bersaing di pasar yang lebih luas. Perubahan itu dimulai dari pendampingan intensif selama lebih dari tiga bulan oleh kelompok mahasiswa Perkuliahan Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang bertugas di desa tersebut sejak 27 Februari hingga 22 Mei 2026.
Kelompok PLK UNY beranggotakan tujuh orang dari tiga program studi berbeda, Maria Titis Rian Nastiti, Wandha Fitria November, Raydinda Abigael Issailen, Azzahara Nurmasyithah, Sharka Maghudini, Figo Taruna Dewa, dan diketuai oleh Putri Isabela. Program ini berjalan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Yosi Rizal, M.Pd. Setiap anggota memiliki peran sesuai kompetensi seperti, desain grafis, pembuatan konten video, pengelolaan media sosial, dan pendampingan literasi digital.
Program digitalisasi UMKM ini dirancang untuk menjawab persoalan nyata dilapangan. Hasil pendataan awal menunjukkan bahwa mayoritas usaha di Desa Ngering bergerak di sektor konveksi dan kuliner, dan sebagian besar belum memiliki kehadiran digital sama sekali, baik berupa akun media sosial, toko daring, maupun katalog produk yang bisa di akses pembeli dari luar desa. “Usaha warga di sini sebenarnya punya potensi besar, sehingga kami berharap program yang kami lakukan bisa memberikan manfaat,” ujar Putri Isabela.
Setelah melakukan survei dan diskusi dengan perangkat desa, mahasiswa memilih tiga unit usaha untuk didampingi secara langsung. Unit ketahanan pangan (Ketapang) milik desa yang tengah merencanakan wisata petik buah, Kopi Lare Mentes, dan Warung Kopi Kebon.
Unit ketahanan pangan milik desa telah dibantu mahasiswa dalam pembuatan logo usaha, desain tiket dan nota, akun media sosial, video promosi bertajuk coming soon, serta pengeditan informasi nomor telepon di Google Maps. Di Kopi Lare Mentes, tim melakukan rebranding dan memproduksi beberapa video promosi produk. Sementara di Warung Kopi Kebon, pendampingan difokuskan pada pengaktifan sistem pembayaran digital melalui QRIS dan pembuatan video promosi.
Mahasiswa mengadakan acara sebagai penuputan program, yaitu sosialisasi digitalisasi UMKM bagi pelaku usaha di Desa Ngering, bukan hanya tiga UMKM yang di dampingi secara langsung. Keputusan ini diambil atas saran Pak Untung Sudiyono selaku sekretaris desa yang sejak sesi pemaparan program kerja pada awal penerjunan mahasiswa telah menyampaikan sarannya pentingnya menjangkau pelaku usaha yang lebih luas, “Untuk sosialisasi UMKM baiknya dilakukan di Balai Desa saja mas mbak, nanti biar banyak yang datang, kan bagus itu,” ujar Pak Untung Sudiyono.
Kegiatan sosialisasi ini dapat berjalan dengan baik berkat bantuan dari Pak Lyla Pawitra selaku kepala dusun, Pak Nicolaus Rahmanto selaku kepala desa, dan Mbak Shalma Pramesthasuri Sutejo selaku THL. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai pemasaran digital kepada warga yang belum sempat mendapat pendampingan langsung.
English