Dari Celengan Sederhana hingga Mimpi Besar, Mahasiswa PLK Tanamkan Kesadaran Finansial pada Anak Panti dengan Cara Menyenangkan

UPT Pengasuhan Anak Wiloso Projo menjadi saksi nyata bagaimana mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir membawa perubahan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan Pembelajaran Luar Kampus (PLK), sekelompok mahasiswa semester enam berhasil menghadirkan edukasi finansial yang sederhana, namun berdampak besar bagi anak-anak panti.

Kegiatan ini melibatkan 10 mahasiswa dari berbagai program studi, yakni Manajemen, Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Ekonomi, Manajemen Pendidikan, serta Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR). Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kekuatan utama dalam merancang program kerja yang tidak hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Adapun tim PLK tersebut terdiri atas Dzikron Robbi Izzati dan Muhammad Haidar Lathif dari Prodi Manajemen; Shaina Ardya Kumala Putri dan Nadiella Anggun Amalia dari Pendidikan Akuntansi; Atha Rastyaningrum dan Ammara Najwa Azzahra dari Pendidikan Ekonomi; Nofiana Nur Hidayati dan Cinta Sari Kamulyaningsih dari Manajemen Pendidikan; serta Muhammad Farhan Furoniq dan Ilham Bagus Saputra dari PJKR. Kegiatan ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Nur Chozin, S.Pd., M.PA.

PLK dilaksanakan selama tiga bulan, mulai Maret hingga Mei, dengan jadwal fleksibel pada akhir pekan dan di luar jam kuliah. Hal ini memungkinkan mahasiswa tetap menjalankan kewajiban akademik sekaligus mengabdi secara langsung di masyarakat.

Salah satu program unggulan yang diusung adalah edukasi manajemen keuangan. Dengan pendekatan sederhana, mahasiswa mengajak anak-anak untuk mulai menabung melalui pembuatan celengan dengan berbagai kategori kebutuhan. Dari langkah kecil ini, kesadaran finansial mulai ditanamkan sejak dini. “Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu tentang uang, tetapi juga memahami bagaimana cara mengelolanya, meskipun dimulai dari hal sederhana seperti menabung,” ujar salah satu mahasiswa peserta PLK Dzikron Robbi Izzati.

Lingkungan panti yang dihuni anak-anak dengan latar belakang beragam, termasuk keterbatasan ekonomi, menjadi tantangan tersendiri. Namun, kondisi tersebut justru melatih mahasiswa untuk lebih peka, sabar, dan membangun pendekatan yang humanis.

Interaksi yang terjalin tidak hanya sebatas kegiatan formal. Mahasiswa juga membangun kedekatan emosional melalui pendekatan santai dan penuh kehangatan. Meski pada awalnya menghadapi tantangan dalam membangun kedekatan, perlahan hubungan tersebut berkembang menjadi ikatan kekeluargaan.

“Awalnya memang agak sulit karena kami belum terlalu dekat, tetapi setelah sering berinteraksi, suasana menjadi lebih hangat dan nyaman,” ungkap Cinta Sari Kamulyaningsih. Dampak program mulai terlihat dari perubahan perilaku anak-anak. Mereka tidak hanya memahami pentingnya menabung, tetapi juga mulai belajar mengelola uang saku secara lebih bijak dan merencanakan kebutuhan masa depan.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga dalam membangun kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta pemahaman terhadap realitas kehidupan yang beragam. “Kegiatan ini bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang belajar menjadi lebih peduli dan memahami arti kehadiran bagi orang lain,” tutur Ilham Bagus Saputra salah satu anggota tim.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi finansial sejak dini, tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan menanamkan kebiasaan pengelolaan keuangan yang bijak, serta tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memberikan akses edukasi kepada anak-anak dari latar belakang ekonomi terbatas.

Meski kegiatan PLK telah berakhir, harapan akan keberlanjutan program tetap dijaga. Mahasiswa berencana untuk tetap menjalin komunikasi dengan pihak panti serta memberikan pendampingan secara tidak langsung agar dampak program terus berlanjut.

Kegiatan PLK di UPT Pengasuhan Anak Wiloso Projo membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Dari celengan sederhana, tumbuh harapan dan mimpi besar bahwa setiap anak berhak memiliki masa depan yang lebih baik dengan bekal pengetahuan dan kepedulian.

Penulis
Muhammad Azis S
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus