Berbalut jas almamater biru kebanggaan Universitas Negeri Yogyakarta, Karina Ade Rahmawati melangkah mantap menuju ruang kelasnya di Fakultas Ilmu Pendidikan. Senyum tenang tergambar di wajah mahasiswi Program Studi Teknologi Pendidikan angkatan 2024 itu. Namun di balik langkah pastinya hari ini, tersimpan kisah perjuangan yang tidak sederhana.
Gadis kelahiran Kulon Progo, 23 Maret 2005, tersebut berasal dari Pedukuhan 3 Krembangan, Panjatan, Kulon Progo. Sejak kecil, Karina tumbuh dalam lingkungan sederhana yang membentuknya menjadi pribadi tangguh dan penuh tekad. Ia meyakini bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah masa depan.
Perjalanan Karina menuju bangku perkuliahan tidaklah instan. Setelah lulus dari SMA Negeri 2 Wates pada tahun 2023, ia tidak langsung melanjutkan studi. Ia memilih mengambil jeda setahun (gap year) untuk mempersiapkan diri secara lebih matang. Masa tersebut dimanfaatkannya bukan untuk bersantai, melainkan untuk memperdalam kemampuan, mengasah keterampilan, dan menyusun strategi agar dapat menembus perguruan tinggi impian.
Keputusan tersebut berbuah manis. Pada 2024, Karina berhasil diterima di Universitas Negeri Yogyakarta sekaligus meraih beasiswa KIP Kuliah. Baginya, jeda waktu itu justru menjadi momentum untuk bangkit lebih kuat. Ia percaya bahwa mimpi tidak pernah kedaluwarsa, hanya menunggu waktu yang tepat untuk diperjuangkan kembali.
Semasa SMA hingga masa gap year, Karina aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik. Kerja kerasnya membuahkan sejumlah prestasi, di antaranya Juara 1 Esai Nasional Sasura BEM KM UNY, Juara 2 Esai Nasional Reality Writing Competition UKMF Reality, serta Top 5 Finalis UI/UX Competition UMS. Deretan capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan bekal berharga untuk membuka peluang yang lebih luas.
Sejak duduk di bangku SMA, Karina telah aktif mencari informasi mengenai berbagai program beasiswa. Ia memahami kondisi ekonomi keluarga dan bertekad tidak ingin membebani orang tua. Beasiswa KIP Kuliah menjadi harapan sekaligus jembatan untuk mewujudkan cita-cita yang telah lama ia rawat dengan penuh ketekunan.
Keputusannya memilih UNY bukan tanpa pertimbangan. Ia menilai UNY sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di bidang pendidikan di Indonesia. Karina ingin berkembang di lingkungan akademik yang tidak hanya mengasah kompetensi, tetapi juga membentuk karakter profesional, khususnya dalam bidang Teknologi Pendidikan.
Saat dinyatakan diterima sebagai mahasiswa UNY sekaligus memperoleh beasiswa yang mencakup biaya UKT dan biaya hidup, rasa haru dan syukur tak terbendung. Bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban finansial keluarga, tetapi juga memberinya ruang untuk fokus berkembang tanpa dihantui kekhawatiran biaya pendidikan.
Karina menyebut keluarga sebagai faktor paling berpengaruh dalam perjalanannya meraih beasiswa. Dukungan, doa, dan motivasi dari orang tua serta orang-orang terdekat menjadi sumber kekuatan utama. Tekad pribadi dan dorongan untuk terus memperbaiki diri turut mengantarkannya hingga titik ini.
Sebagai penerima beasiswa, Karina menyadari tanggung jawabnya kini semakin besar. Ia mengelola waktu dengan menerapkan skala prioritas dalam menyelesaikan tugas akademik maupun aktivitas lainnya. Dana beasiswa dimanfaatkannya secara bijak, termasuk untuk kebutuhan transportasi dan mengikuti berbagai bootcamp serta pelatihan yang relevan dengan bidangnya. “Beasiswa ini bukan hanya bantuan biaya, tetapi kesempatan untuk membuktikan bahwa saya mampu,” ujarnya.
Karina berharap setelah lulus ia dapat bekerja sesuai bidang yang ditekuninya dan berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan, khususnya pada pengembangan teknologi pembelajaran.
Kisah Karina menjadi pengingat bahwa keterbatasan ekonomi maupun status gap year bukanlah akhir dari segalanya. Informasi beasiswa dapat diakses sejak dini, dan peluang selalu terbuka bagi mereka yang mau berusaha serta mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.
Dari sebuah pedukuhan di Kulon Progo, kini Karina berdiri sebagai mahasiswa UNY yang siap menata masa depan. Sebab terkadang, yang dibutuhkan bukanlah keadaan yang sempurna, melainkan keberanian untuk mencoba dan keyakinan untuk terus melangkah.
English