FIP Prestasi
Di balik gaun wisuda yang anggun, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang perempuan tunanetra yang tak pernah menyerah pada keadaan. Namanya Rena Tri Setyo Maryana, wisudawati program Magister (S2) Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Hari kelulusannya bukan sekadar akhir dari perjalanan akademik, melainkan bukti bahwa tekad mampu mengalahkan segala keterbatasan.
Di balik toga hitam dan selendang wisuda yang anggun, tersimpan kisah perjuangan penuh air mata, tawa, dan tekad baja dari seorang perempuan muda bernama Saarah Dharmawan Tiara Dewi. Penyandang tunarungu ini baru saja menuntaskan studi di Program Magister Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan (PLB FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan dukungan beasiswa LPDP jalur afirmasi penyandang disabilitas. Tak hanya itu, ia juga pernah mendapatkan beasiswa dari Gubernur Banten, bentuk apresiasi atas semangatnya menembus batas keterbatasan.
Hidup Anugrah Fadly Kreato Seniman tidak pernah berjalan mulus. Sejak bayi, ia sudah didiagnosis dokter mengalami Autism Spectrum Disorder (ASD) disertai gangguan tidur yang sulit diatasi. Masa kecilnya diwarnai upaya orang tua mencari terapi, namun tantangan terbesar justru datang saat ia harus masuk sekolah. Berbagai percobaan dilakukan, mulai dari sekolah negeri, swasta, hingga sekolah khusus. Namun di setiap tempat, Uga, panggilan akrabnya, harus menghadapi lingkungan belajar yang belum sepenuhnya ramah bagi anak autis.
Di sebuah keluarga sederhana di pedesaan, lahirlah Reni Novia Alfiyanti, anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya, Haryanto, bekerja sebagai petani, sementara ibunya, Nur Khaniyati, adalah ibu rumah tangga yang penuh kasih. Dari kedua orang tuanya, Reni belajar arti kerja keras, kesabaran, dan ketulusan. Hidup sederhana tidak membuatnya patah semangat, justru menjadi cambuk untuk terus berjuang. Baginya, menempuh pendidikan tinggi adalah sebuah kehormatan, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga sebagai hadiah terbesar bagi keluarganya.
Kisah inspiratif datang dari Otto Wahyudi, seorang pemuda tunanetra asal Bukittinggi, Sumatera Barat, yang berhasil lolos Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2025 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Otto diterima pada Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan UNY, dengan skor 606. Capaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi dan memperjuangkan cita-cita.
Wisuda UNY periode Mei 2025 masih menyisakan cerita. Frida Hertiza Dewi meraih indeks prestasi kumulatif tertinggi untuk jenjang sarjana dalam wisuda ini. Mahasiswa program studi Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan tersebut berhasil meraih indeks prestasi kumulatif tertinggi untuk jenjang sarjana yaitu 3,97 dengan masa studi 3 tahun 6 bulan.
Khairil Mursyidin, mahasiswa prodi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNY, menerima penghargaan dari Kepolisian Resor (Polres) Sleman atas kontribusinya sebagai Juru Bahasa Isyarat (JBI). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolsek Sleman dalam sebuah upacara sederhana.
Mega Setya Handayani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2021, telah mengukir prestasi gemilang dengan meraih gelar Juara 1 dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tahun 2024.
Dewi Meiliyan Ningrum berhasil lulus tercepat jenjang S1 dalam waktu 3 tahun 3 bulan tanpa ikut KKN dan menulis skripsi dalam wisuda UNY Periode III Tahun Akademik 2023/2024 di GOR UNY, Sabtu (24/2).
Wisuda UNY Periode Agustus dilaksanakan di GOR UNY. Pada wisuda ini Taufik Hidayat berhasil meraih indeks prestasi kumulatif tertinggi untuk jenjang S1 dengan IPK 3,96.
English