UNY Gelar ICERI ke-14, Bahas Pendidikan Masa Depan

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) menyelenggarakan The 14th International Conference on Education Research and Innovation (ICERI). Konferensi internasional yang berlangsung secara luring di Auditorium UNY ini menghadirkan empat narasumber dari dalam dan luar negeri, dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., sebagai pembicara utama (keynote speaker).

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof. Nur HIdayanto Pancoro Setyo Putro mewakili Rektor, Selasa (29/9/26). “Harapannya ICERI ke-14 menjadi wadah kolaborasi akademik internasional untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan” kata Wakil Rektor.

Konferensi ini menjadi forum akademik internasional untuk membahas pengembangan riset, inovasi pendidikan, serta penguatan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan Social Sciences, Humanities, Arts, and Religious Education (SHARE) di perguruan tinggi.

Dalam sesi keynote speech, Prof. Arif Satria secara daring membawakan materi berjudul ‘National and Institutional Strategies for STEM and SHARE in Higher Education’. Paparan tersebut mengangkat strategi nasional dan kelembagaan dalam memperkuat pengembangan STEM dan SHARE di pendidikan tinggi. Kehadiran Kepala BRIN diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai arah pengembangan riset dan inovasi di Indonesia.

Konferensi dilanjutkan dengan sesi pleno yang menghadirkan tiga narasumber. Sesi ini menghadirkan Prof. Gillian Roehrig, Ph.D. dari University of Minnesota, Amerika Serikat, yang membahas ‘Student Engagement in STEM Classroom Epistemic Practices’. Menurutnya praktik epistemik siswa di Amerika dalam pembelajaran STEM terintegrasi, khususnya bagaimana siswa menerapkan pengetahuan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika melalui kegiatan desain rekayasa secara berkelompok. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran STEM terintegrasi yang lebih kontekstual, disertai pendampingan, asesmen berkelanjutan, dan penguatan konsep sains secara tepat waktu agar siswa mampu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi.

Sedangkan pemakalah lainnya yaitu Dr. Agus Putra Wicaksana, Ph.D. dari Adelaide University, Australia, membawakan materi ‘Building a Sustainable and Advanced International Society through STEM and SHARE Research’, serta Prof. Basikin, M.Ed., M.Phil., Ph.D. dari UNY, menyajikan materi ‘Strengthening Research Literacy and Scientific Development in STEM and SHARE’.

Melalui penyelenggaraan ICERI ke-14, UNY memfasilitasi pertemuan akademisi dan peneliti dari berbagai institusi untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendiskusikan perkembangan penelitian dan inovasi pendidikan. Forum ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan pendidikan dan masyarakat.

Penyelenggaraan konferensi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan riset dan inovasi pendidikan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik internasional.

Penulis
Dedy
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU 4. Praktisi Mengajar di Dalam Kampus
IKU 5. Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat