UNY Dorong Generasi Muda Kampung Emas Seyegan Cerdas Bermedia Sosial

Perkembangan teknologi digital membawa banyak peluang bagi generasi muda, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Kesadaran untuk menggunakan teknologi secara sehat, cerdas, dan bertanggung jawab menjadi bekal penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi mampu memanfaatkannya untuk membangun lingkungan dan potensi daerah.

Hal tersebut menjadi perhatian Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar di Pendopo Dalem Pawiro Diharjo, Kampung Emas Seyegan, Sleman. Kegiatan tersebut menyasar generasi muda di Kampung Emas Seyegan dengan menghadirkan materi mengenai pencegahan cyberbullying serta pemanfaatan media sosial untuk membangun identitas dan memperkuat potensi lokal.

Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO yang sekaligus menjadi Ketua PkM menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai wawasan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Selamat mengikuti kegiatan dan semoga memperoleh pengetahuan dari materi yang diberikan, kemudian dapat memanfaatkan dan menerapkannya di Kampung Emas Seyegan,” ujar Rektor.

Ketua sekaligus tim pelaksana PkM, Dr. Satya Perdana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya pengaruh dunia digital dalam kehidupan remaja. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga membawa ancaman, salah satunya cyberbullying yang semakin marak.

Materi mengenai pencegahan cyberbullying disampaikan Dr. Annisa Reginasari, S.Psi., M.A. dari Fakultas Psikologi UNY. Peserta diajak memahami bahwa perundungan siber bukan sekadar candaan di dunia maya, tetapi dapat memberikan dampak serius terhadap kondisi psikologis, kehidupan sosial, prestasi akademik, produktivitas, rasa percaya diri, hingga keamanan korban. Untuk mencegah dan menghadapi perundungan siber, peserta diperkenalkan dengan strategi 3B, yakni Blokir dan Laporkan pelaku, Bukti Disimpan melalui tangkapan layar, serta Bicara kepada orang yang dipercaya. Selain itu, penting pula membangun empati, keberanian menjadi upstander yang tidak sekadar menjadi penonton ketika melihat perundungan, serta memperkuat ketahanan diri remaja.

Selain membekali generasi muda agar lebih aman di ruang digital, UNY juga mendorong masyarakat Kampung Emas Seyegan melihat media sosial sebagai ruang untuk memperkenalkan potensi lokal.

Praktisi media sosial UNY, Arsyad Hermawan, M.Pd., memberikan materi mengenai “Membangun Identitas Kampung Emas Seyegan melalui Media Sosial”. Menurut Arsyad, media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperkuat branding Kampung Emas Seyegan sekaligus mendokumentasikan dan melestarikan kekayaan budaya agar semakin dikenal generasi muda dan masyarakat luas. Peserta juga dikenalkan dengan prinsip pembuatan konten 3E serta pentingnya menyampaikan pesan dengan bahasa yang sederhana, informatif, persuasif, santun, dan tetap sesuai dengan karakter budaya lokal.

Dari sisi teknis, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pencahayaan, kestabilan kamera, komposisi visual, penggunaan format video vertikal 9:16 untuk Instagram Reels dan TikTok, hingga pemilihan musik. Teknologi kecerdasan artifisial seperti ChatGPT dan Gemini/Flow juga diperkenalkan sebagai alat bantu dalam produksi konten digital.

Kegiatan tersebut diikuti tim PkM UNY, pengelola Kampung Emas Seyegan, mahasiswa pengabdi, serta masyarakat generasi muda Kampung Emas Seyegan. Tim PkM terdiri atas Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO, Dr. Satya Perdana, Dr. Heru Subekti, Dr. Suci Rian Kurniawan, Dr. Putriana Damayanty, Dr. Vistor Syapri Maulana, Dr. Fatkurrahman Arjuna, Nova Widi Astoro, M.Pd., dan M. Arif Firmansyah, M.Pd.

Melalui kegiatan tersebut, UNY tidak hanya mendorong generasi muda agar lebih bijak menghadapi risiko ruang digital, tetapi juga membuka perspektif bahwa teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkuat identitas dan mengangkat potensi kampung.

Penulis
Sudaryono
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 3. Dosen Berkegiatan di Luar Kampus
IKU 5. Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat