Dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen dan mahasiswa menyelenggarakan kegiatan workshop peningkatan kompetensi bagi para tenaga pendidik. Acara yang berlangsung di SMA Islam Al-Azhar 9 Yogyakarta belum lama ini dihadiri oleh guru dari berbagai tingkatan sekolah yang berkumpul untuk memperkuat kompetensi pedagogik serta profesionalisme berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Dalam sesi sambutan tersebut, pihak kampus yang diwakili oleh Dr. Drs. Yusman Wiyatmo selaku Kepala Departemen Program Studi Pendidikan Fisika menegaskan bahwa workshop ini diselenggarakan bukan semata-mata sebagai ajang transfer ilmu secara teoritis, melainkan sebuah langkah nyata untuk mendampingi para pendidik agar mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi perkembangan profesi mereka.
Sebagai bentuk komitmen dan legalitas kerja sama, agenda ini dilakukan dengan prosesi penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihak sekolah dengan tim pengabdi dari Tim Pendidikan Fisika FMIPA UNY. Momentum ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat kolaborasi dan kerja sama dalam lingkup pengabdian kepada masyarakat.
Mengenai kolaborasi ini, pihak sekolah menyatakan bahwa dengan adanya payung kemitraan, program peningkatan kompetensi berkelanjutan seperti ini dipastikan akan terus bergulir ke depannya, sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan demi memastikan kualitas akademik para guru selalu berkembang.
Memasuki sesi inti, para peserta dibekali materi oleh Tim Dosen Pendidikan Fisika FMIPA UNY yang terdiri dari Bayu Setiaji, M.Pd., Dr. Febrina Siska Widyaningtyas, S.Pd., M.Pd., Dr. Pujianto, M.Pd., Dr. Sukardiyono, M.Si., Dr. Drs. Yusman Wiyatmo, M.Si., dan Dr. Riki Perdana, M.Pd. Jalannya acara ini juga turut dibantu dan difasilitasi oleh tim mahasiswa pendamping.
Pematerian pertama berfokus pada Penulisan Karya Ilmiah Berbantuan AI Berbasis Praktik Kelas. Pada sesi ini, narasumber mengupas tuntas teknik penyusunan prompt (instruksi) yang efektif dan tepat pada teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu guru menyusun karya tulis ilmiah secara lebih efisien. Melalui perancangan prompt yang terstruktur, dipaparkan strategi mengoptimalkan AI sebagai asisten pintar untuk membantu menyusun ide-ide dari hasil praktik kelas agar dapat dikembangkan menjadi sebuah karya tulis yang sistematis. Penggunaan teknologi ini ditekankan bukan untuk menggantikan peran berpikir kritis guru, melainkan sebagai alat bantu efisiensi proses riset tindakan kelas.
Sesi selanjutnya diisi dengan pemaparan materi mengenai Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kompetensi Guru. Materi ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal ke dalam struktur Kurikulum Merdeka. Melalui pendekatan ini, para pendidik diarahkan agar mampu menyusun modul ajar dan proyek penguatan yang lebih kontekstual, menarik, serta relevan dengan lingkungan sekitar siswa. Setelah pemaparan kedua materi tersebut, forum dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, para guru diharapkan dapat lebih percaya diri dan konsisten dalam menghasilkan karya ilmiah serta inovasi pembelajaran baru. Peningkatan kompetensi ini tidak hanya memberikan manfaat sesaat, melainkan menjadi pemantik jangka panjang bagi sekolah untuk terus menghidupkan budaya akademik yang kreatif, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan belajar siswa.
English