Sebanyak 2.280 calon mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) mengikuti pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari rangkaian proses penerimaan mahasiswa baru. Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan selama tiga hari, Selasa–Kamis (14–16 Juli 2026), di Fakultas Kedokteran UNY.
Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan registrasi yang bertujuan memastikan kesiapan fisik dan mental mahasiswa sebelum mengikuti proses pembelajaran di lingkungan kampus. Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan ketajaman penglihatan, pengukuran tekanan darah, tes buta warna, serta tes narkoba. Melalui pemeriksaan ini, UNY berupaya mendeteksi potensi gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi proses belajar sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kampus yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Penanggung jawab kegiatan, dr. Kartika Ratna Pertiwi, Ph.D., menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dilaksanakan selama tiga hari dengan target sebanyak 2.280 peserta.
"Target kami peserta pemeriksaan kesehatan ini sekitar 2.280 mahasiswa baru jalur SNBT," ujar Dekan Fakultas Kedokteran UNY tersebut.
Ia juga mengimbau seluruh calon mahasiswa baru untuk hadir sesuai jadwal yang telah ditetapkan serta membawa dokumen yang dipersyaratkan. Selama pelaksanaan pemeriksaan, petugas kesehatan bersama panitia siap memberikan pendampingan agar seluruh rangkaian tes dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.
Salah satu peserta, Zulfa, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, mengaku bersyukur dapat diterima di UNY. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi sebelum memulai perkuliahan.
Zulfa bercerita bahwa keputusannya memilih UNY sempat mendapat penolakan dari orang tuanya karena jarak tempat tinggalnya di Nganjuk dengan Yogyakarta. Namun, setelah menjelaskan berbagai keunggulan yang dimiliki UNY, termasuk adanya program fast track, orang tuanya akhirnya memberikan dukungan penuh untuk melanjutkan studi di UNY.
Pengalaman positif juga disampaikan Rafli, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Seni Musik yang merupakan penyandang disabilitas tunanetra. Ia mengaku tidak mengalami kesulitan selama mengikuti pemeriksaan kesehatan karena memperoleh pendampingan yang baik dari panitia dan petugas kesehatan sejak proses pengambilan nomor antrean hingga seluruh pemeriksaan selesai.
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan ini menjadi bagian dari komitmen UNY dalam memberikan layanan yang prima kepada mahasiswa baru. Melalui layanan yang terintegrasi, tertata, dan ramah bagi seluruh peserta, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas, UNY terus mewujudkan lingkungan akademik yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global sebagai fondasi bagi keberhasilan mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi.
English