Program SEKTI Antar Desa Semanu ke Kancah Nasional, Tim PPK Ormawa MDC FMIPA UNY Raih Terbaik II Abdidaya Ormawa 2025

Upaya mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tingkat desa kembali menorehkan prestasi nasional. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) MIPA Debate Club (MDC) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) tahun 2025 berhasil meraih Penghargaan Terbaik II Tim Pelaksana kategori Tim dengan Hasil yang Dapat Diadopsi di Tingkat Nasional pada ajang Abdidaya Ormawa 2025 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang belum lama ini.

Prestasi tersebut diraih melalui implementasi program SEKTI (Semanu Eksis Wanita Mandiri): Model Sekolah Komunitas Perempuan Menuju Desa Inklusif dan Berkelanjutan yang dilaksanakan di Kalurahan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Program SEKTI dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang menitikberatkan pada pemberdayaan perempuan serta penguatan sistem perlindungan perempuan dan anak berbasis komunitas desa.

Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, Tim PPK Ormawa MDC FMIPA UNY menggandeng pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan SEKTI dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya peran perempuan serta upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Salah satu luaran utama yang menjadi perhatian dewan juri Abdidaya Ormawa 2025 adalah terbentuknya Satuan Tugas P2KPA (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak) di Desa Semanu. Kehadiran Satgas P2KPA dinilai sebagai capaian strategis karena tidak hanya bersifat programatik, tetapi juga memperkuat kelembagaan desa dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Luaran ini dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi dan diadopsi di tingkat nasional.

Ketua Tim PPK Ormawa MDC FMIPA UNY, Anastasya Asmarani Batudawati, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam merancang solusi atas persoalan sosial di tingkat desa. “Program SEKTI kami rancang agar dapat terus berjalan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Harapannya, model ini dapat direplikasi dan diadaptasi oleh desa-desa lain di Indonesia,” ungkapnya.

Keberhasilan Tim PPK Ormawa MDC FMIPA UNY 2025 pada ajang Abdidaya Ormawa ini sekaligus mencerminkan komitmen UNY dalam mendorong mahasiswa untuk berkontribusi nyata melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui PPK Ormawa, UNY terus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi sosial berbasis kebutuhan masyarakat.

Penghargaan kategori Hasil yang Dapat Diadopsi di Tingkat Nasional ini menegaskan bahwa Program SEKTI tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga memiliki nilai strategis sebagai model pengabdian yang inklusif, berkelanjutan, dan relevan dengan agenda pembangunan sosial di Indonesia.

Penulis
Anastasya A
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus