Workshop Strategi Penguatan Akreditasi, UNY Mantapkan Langkah Menuju Perguruan Tinggi Unggul

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus memantapkan langkah menuju predikat Perguruan Tinggi Unggul melalui penyusunan strategi pascasubmit SAPTO 2.0 dan persiapan asesmen lapangan akreditasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Strategi Penguatan Capaian Akreditasi Perguruan Tinggi UNY Unggul yang diselenggarakan Direktorat Penjaminan Mutu UNY pada Senin (29/6) di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY. Direktur Penjaminan Mutu UNY, Prof. Dr. Lia Yuliana, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyusun langkah strategis pascasubmit SAPTO 2.0 sekaligus mengoordinasikan kesiapan seluruh unit kerja dalam menghadapi asesmen lapangan. Workshop diikuti oleh 121 peserta yang terdiri atas Rektor, Wakil Rektor, Direktur, Dekan, Ketua SPI, Kepala Kantor, Wakil Dekan/Wakil Direktur, Sekretaris Direktorat, tim taskforce, dan tim pendukung akreditasi.

Dalam sambutannya, Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, menegaskan pentingnya sinergi seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan target Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul. Menurutnya, keberhasilan akreditasi merupakan tanggung jawab bersama yang mencerminkan kualitas tata kelola, budaya mutu, dan komitmen institusi dalam memberikan layanan pendidikan tinggi yang terbaik.

Workshop menghadirkan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof. Ari Purbayanto, Ph.D., yang memaparkan materi bertajuk Penguatan Tata Kelola dan Budaya Mutu Menuju Akreditasi Unggul. Ia menegaskan bahwa akreditasi saat ini bukan lagi sekadar pemenuhan persyaratan administratif, melainkan bukti nyata kualitas perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global dan kebutuhan masyarakat. Untuk memperoleh predikat Terakreditasi Unggul, perguruan tinggi harus mampu melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) melalui penerapan Good University Governance, penguatan sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, pembiayaan berkelanjutan, serta penguatan budaya mutu melalui implementasi siklus PPEPP secara konsisten. Selain itu, penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) yang autentik, penguatan penjaminan mutu internal, transformasi kurikulum yang adaptif, dan pengelolaan sarana berbasis data menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan mutu institusi.

Menutup kegiatan, Prof. Lia Yuliana menegaskan bahwa hasil workshop akan ditindaklanjuti melalui penyusunan strategi pascasubmit SAPTO 2.0 sekaligus pemantapan persiapan asesmen lapangan sesuai arahan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat upaya UNY dalam meraih Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul melalui penguatan tata kelola, penjaminan mutu, serta kesiapan institusi menghadapi seluruh tahapan asesmen. Dengan komitmen dan kolaborasi seluruh sivitas akademika, UNY optimistis mampu mempertahankan budaya mutu yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis
Sudaryono
Editor
Prasetyo Noviriyanto
Kategori Humas
IKU