Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) kembali menyelenggarakan Workshop Seri Bimbingan Karier (WSBK) ke-17 bertema “Peluang dan Strategi Menembus Karir di Perusahaan BUMN”, pada Selasa (15/9) di Ruang Teater Gedung PMD Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY.
Kegiatan ini diikuti oleh 1.362 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan alumni dari seluruh fakultas serta Sekolah Pascasarjana UNY, dengan rincian 456 peserta hadir secara luring dan 906 peserta mengikuti secara daring. WSBK #17 diselenggarakan untuk memberikan pemahaman mengenai peluang dan dinamika karier di perusahaan BUMN, sekaligus membekali peserta dengan kompetensi serta strategi taktis dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Mewakili DKA UNY, Sekretaris DKA Prof. Dr. Iis Prasetyo dalam sambutannya menekankan pentingnya mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja sejak masa perkuliahan. Menurutnya, perubahan lingkungan bisnis, transformasi digital, serta tuntutan organisasi saat ini membuat dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik semata.
"Dunia kerja saat ini juga sangat membutuhkan kemampuan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, kepemimpinan, adaptabilitas, integritas, dan sikap profesional," ujar Prof. Iis.
Dipandu oleh Dr. Agatha Saputri, M.Pd., dosen FEB UNY selaku moderator, workshop ini menghadirkan dua praktisi berpengalaman di lingkungan BUMN sebagai narasumber.
Narasumber pertama, Krisna Ariyanto, S.E., Direktur Utama PT Reska Multi Usaha/KAI Services yang juga merupakan alumni FEB UNY, membawakan materi bertajuk “Membangun Pola Pikir Kepemimpinan dan Budaya Kerja AKHLAK untuk Menciptakan Talenta Unggul di BUMN”. Dalam paparan inspiratifnya, Krisna membagikan perjalanan kariernya dan menekankan bahwa titik awal seseorang tidak menentukan garis akhirnya. Ketika latar belakang dan reputasi belum menjadi keunggulan utama, modal penting untuk membangun kepercayaan adalah kualitas kerja, kemauan belajar, dan konsistensi.
Krisna mengajak para peserta untuk menghidupi budaya kerja AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dalam setiap pekerjaan, bukan sekadar menghafalnya. Ia juga membagikan tiga prinsip utama career playbook, yaitu outwork (bekerja dengan standar lebih tinggi), outlearn (belajar dan beradaptasi lebih cepat), serta outlast (tidak mudah menyerah).
"Karier merupakan akumulasi dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara serius. Teruslah bekerja keras, belajar, menjaga sikap, memperlakukan semua orang dengan baik, dan jangan melupakan kekuatan doa," pesan Krisna.
Sementara itu, narasumber kedua, Dwi Pristianto Purbo Nugroho, S.E., M.M., Head Collection Micro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. KC Salatiga, menyampaikan materi “Strategi Taktis Meloloskan Seleksi Berkas, Bedah CV, dan Kesiapan Operasional Berkarir di BUMN Perbankan”.
Dwi menjelaskan secara rinci bahwa keberhasilan melamar pekerjaan sangat ditentukan oleh persiapan yang matang pada setiap tahapan seleksi, khususnya tes wawancara dan tes kesehatan (Medical Check-Up / MCU). Ia menekankan pentingnya calon pelamar melakukan riset mendalam terhadap perusahaan sasaran—seperti memahami visi, misi, produk, hingga budaya kerja—agar mampu memberikan jawaban presisi yang selaras dengan arah bisnis perusahaan.
Selain itu, Dwi membagikan tips mengenai evaluasi potensi diri, penerapan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menjawab pertanyaan berbasis perilaku, hingga persiapan teknis logistik serta kesiapan fisik menjelang hari tes kesehatan.
Melalui penyelenggaraan WSBK #17 ini, UNY berharap para mahasiswa dan alumni dapat lebih siap, percaya diri, dan memiliki daya saing tinggi untuk mengukir karier cemerlang di berbagai perusahaan BUMN di Indonesia.
English