Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memberikan pelatihan mitigasi bencana hidrometeorologi kepada masyarakat Perumahan Citra Ringin Mas, Padukuhan Karangmojo, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, belum lama ini.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Kampus Berdampak yang mendorong perguruan tinggi menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, riset, dan pengabdian.
Pelatihan dipimpin Kepala Departemen Pendidikan Fisika UNY, Dr. Yusman Wiyatmo, bersama tim yang terdiri atas Dr. Tsania Nur Diyana, Dr. Febrina Siska Widyaningtyas, dan Pramudya Wahyu Pradana, M.Pd.
Dalam sambutannya, Yusman mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, melalui semangat Program Kampus Berdampak, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan kampus perlu diterapkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.
“Perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga berkewajiban menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengabdian. Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi UNY dalam memperkuat kesiapsiagaan warga terhadap bencana hidrometeorologi,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai karakteristik bencana hidrometeorologi, potensi ancaman di wilayah setempat, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan iklim, seperti curah hujan ekstrem, perubahan suhu, angin kencang, dan kelembapan.
Dampaknya dapat berupa banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan, hingga badai. Di Indonesia, jenis bencana ini mendominasi lebih dari 90 persen dari seluruh kejadian bencana setiap tahun.
Melalui pelatihan tersebut, UNY berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan sebagai langkah mengurangi dampak bencana, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan menghadapi ancaman hidrometeorologi.
English