Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk merealisasikan pendirian Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) UNY melalui penguatan kerja sama strategis yang difokuskan pada pembangunan kampus baru di wilayah tersebut.
Komitmen ini ditegaskan dalam kunjungan kerja tindak lanjut kerja sama pembukaan kampus UNY di Purworejo yang berlangsung di Kantor Pemkab Purworejo, Selasa (14/4/26). Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari sinergi sebelumnya antara UNY dan Pemkab Purworejo dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.
Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H., menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan kampus UNY sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kami siap mendukung sepenuhnya. Kehadiran kampus ini diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk konkret dukungan, Pemkab Purworejo menawarkan tiga alternatif lokasi strategis, yaitu Eks Pusdiklat Kutoarjo dengan luas 1876 m2, Eks Kawedanan Purwodadi seluas 2,3 hektar, serta Desa Wero di Kecamatan Ngombol dengan luas mencapai 9,9 hektare yang berada dekat Bandara YIA. Para peserta kunjungan kerja juga berkesempatan meninjau seluruh lokasi tersebut.
Rektor UNY, Prof. Sumaryanto menegaskan bahwa pembangunan kampus akan diawali dengan studi eksplorasi untuk memastikan program studi yang dibuka sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi daerah. “Kami ingin memastikan bahwa program studi yang dibuka benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah. Oleh karena itu, studi eksplorasi menjadi langkah awal yang penting” tegas Rektor. Lebih lanjut, UNY juga membuka peluang keterlibatan pemerintah daerah dalam memberikan rekomendasi tenaga dosen dan tenaga kependidikan guna mendukung operasional kampus secara optimal.
UNY juga merencanakan pengembangan program studi di bidang kesehatan, olahraga, seni, dan ekonomi, termasuk rencana pembangunan rumah sakit akademik sebagai bagian dari penguatan pendidikan di bidang kesehatan, yang membutuhkan dukungan lahan minimal satu hektare. Pengembangan ini akan didukung dengan kajian kelayakan kampus, penelitian bersama, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui kolaborasi lintas sektor.
Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan merupakan roh utama dari kabupaten Purworejo. “Pemkab Purworejo mendukung 100 persen. Kami berharap kampus ini menjadi penggerak ekonomi baru, khususnya di wilayah selatan,” ungkapnya. Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat melakukan studi eksplorasi minat masyarakat serta koordinasi teknis pembangunan kampus guna mempercepat realisasi proyek.
Dalam diskusi, Ketua Majelis Wali Amanat UNY Prof. Suyanto mengingatkan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar pembangunan kampus berjalan lancar. Guru Besar FEB UNY itu juga menyoroti potensi kenaikan harga lahan akibat spekulasi. Selain itu, muncul dinamika pro dan kontra, terutama dari kekhawatiran perguruan tinggi lokal terhadap hadirnya kompetitor baru. Namun, hal ini dinilai sebagai bagian dari proses menuju ekosistem pendidikan yang lebih kompetitif dan berkualitas.
Melalui sinergi antara UNY dan Pemkab Purworejo, pembangunan kampus PSDKU diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan baru, tetapi juga motor penggerak pembangunan daerah. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Purworejo berpotensi menjadi salah satu episentrum pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di wilayah selatan Jawa.
Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis pengetahuan.
English