Workshop WSBK #11 Dorong Mahasiswa UNY Siap Bangun Karier Edupreneur di Era Pendidikan Modern

Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Seri Bimbingan Karier (WSBK) #11 bertajuk “Edu-Preneur Pathway: Menata Karier dan Bisnis di Era Pendidikan Modern” pada Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Gedung Abdullah Sigit FIP UNY dan daring melalui Zoom Meeting, serta diikuti oleh 1.067 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan alumni dari seluruh fakultas dan Sekolah Pascasarjana UNY.

Workshop Seri Bimbingan Karier (WSBK) #11 ini pada dasarnya dirancang sebagai ruang strategis untuk membantu mahasiswa dan alumni membaca peta karier masa depan, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan merancang jalur karier yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui tema edupreneur pathway, kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman mengenai peta peluang dan tantangan kerja masa depan, mengidentifikasi keterampilan yang relevan, serta menyusun strategi perencanaan karier yang berkelanjutan. Selain itu, workshop ini juga mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dan dunia industri dalam menciptakan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi.

Tiga narasumber yang terdiri dari Warsono Hadi Mulyono, Zaki Laili Khusna, serta Dr. Yudan Hermawan, M.Pd. mengisi kegiatan dengan membagikan perspektifnya pada WBSK #11 ini. Ketiganya berbagi perspektif mengenai pentingnya membangun growth mindset, membaca peluang di sektor pendidikan digital, serta merancang karier berbasis nilai dan dampak. Dalam paparannya, Warsono menekankan pentingnya mindset shift dari sekadar “mengajar” menjadi membangun nilai dan solusi berbasis ilmu. Sementara itu, Zaki mengajak peserta merancang dampak karier secara strategis, dari educator menjadi kontributor yang memiliki nilai tambah dalam ekosistem pendidikan. Dr. Yudan Hermawan juga menyoroti pentingnya kesiapan mental dan adaptasi alumni dalam menghadapi realitas pasca kelulusan. Ia mengingatkan bahwa gelar akademik adalah pintu masuk, namun ketangguhan, jejaring, dan kemampuan membaca peluang menjadi faktor pembeda dalam perjalanan karier.

Dalam sesi diskusi, Aryo, mahasiswa Manajemen FEB, sempat bertanya tentang bagaimana perencanaan karier dan sikap yang perlu dipersiapkan mahasiswa dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Menjawab hal tersebut, Zaki menekankan pentingnya kerja keras dan refleksi diri. “Satu hal yang saya lakukan adalah bekerja dua kali lebih keras untuk membangun kesadaran atas tujuan saya. Di era sekarang ada banyak cara dan banyak peluang, tetapi juga banyak distraksi. Kita sering terjebak membandingkan diri dengan orang lain. Karena itu, penting untuk rutin refleksi dan bertanya pada diri sendiri tentang arah yang ingin dituju,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa banyaknya kesempatan harus diimbangi dengan keberanian mencoba berbagai peluang agar tidak tertinggal dalam persaingan.

Melalui kegiatan ini, UNY menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan karier mahasiswa dan alumni secara berkelanjutan. WSBK #11 diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus langkah awal bagi peserta untuk menata arah karier yang adaptif, inovatif, dan berdampak di era pendidikan modern.

Penulis
Anastasia Ariyani dan Zahra Syafira
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU