Sastra Bandingan Vietnam–Indonesia, Memperluas Jejaring Riset UNY di Asia Tenggara

Tim peneliti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melakukan penelitian sastra bandingan Vietnam–Indonesia dalam rangka memperluas jejaring akademik dan memperkuat kolaborasi riset di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, belum lama ini menjadi bagian dari upaya UNY mendukung internasionalisasi perguruan tinggi.

Tim penelitian yang dipimpin oleh Prof. Dr. Suroso, M.Pd. bersama Eko Triono, M.Pd., Wijang Iswara Mukti, M.Pd., dan Ratna Intan Sari, M.Pd. melakukan kajian mengenai perbandingan sastra Vietnam dan Indonesia. Penelitian tersebut berfokus pada pemetaan pengetahuan mahasiswa Vietnam terhadap sastra Indonesia, khususnya mahasiswa yang memiliki minat pada studi Indonesia dan kajian Asia Tenggara.

Penelitian diawali di VNU University of Social Sciences and Humanities (USSH), Hanoi. Dalam diskusi bersama akademisi dan mahasiswa peminat studi Indonesia, Dr. Ho Thi Thanh, pakar pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di USSH, mengangkat pertanyaan mengenai sejauh mana Indonesia mempelajari bahasa dan sastra negara-negara Asia Tenggara, mengingat bahasa Indonesia telah dipelajari di berbagai negara di kawasan tersebut. Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pijakan penting dalam pengembangan riset sastra bandingan yang dilakukan tim UNY.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Suroso menegaskan pentingnya membangun pemahaman antarmasyarakat Asia Tenggara melalui kajian budaya dan sastra. Menurutnya, kedekatan geografis dan hubungan historis yang telah terjalin antara Indonesia dan Vietnam menjadi dasar yang kuat untuk memperluas kerja sama akademik, termasuk dalam bidang kesusastraan.

Kegiatan penelitian kemudian dilanjutkan di Hanoi University (HANU). Selain berdiskusi mengenai sastra Indonesia, tim juga melakukan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terkait pandangan mahasiswa Vietnam terhadap sastra kedua negara. Antusiasme mahasiswa HANU terhadap Indonesia terlihat cukup tinggi meskipun pembelajaran bahasa Indonesia di kampus tersebut masih diselenggarakan dalam bentuk kursus.

Salah satu temuan menarik muncul dalam wawancara dengan Liên, mahasiswa HANU yang mempelajari bahasa Italia. Ia mengaku pernah membaca novel karya Andrea Hirata yang diterjemahkan ke dalam bahasa Vietnam dengan judul Chiến Binh Cầu Vồng atau Laskar Pelangi. Temuan ini kemudian diperkuat melalui kunjungan tim ke salah satu toko buku di Hanoi, yang menunjukkan bahwa novel tersebut masih tersedia dan mudah ditemukan di rak buku bersama karya-karya sastra Vietnam lainnya.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sastra Indonesia telah memperoleh ruang pembaca di Vietnam. Temuan tersebut membuka peluang bagi pengembangan kajian sastra Asia Tenggara yang lebih luas dan kolaboratif di masa mendatang. Melalui riset internasional semacam ini, UNY tidak hanya memperkuat jejaring akademik regional dan mendukung langkah universitas menuju World Class University (WCU), tetapi juga berkontribusi pada pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kerja sama akademik antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Penulis
Eko Triyono
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 3. Dosen Berkegiatan di Luar Kampus