Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa (HIMA PSR) Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) resmi memulai rangkaian pengabdian masyarakat di Kalurahan Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo, belum lama ini. Kegiatan pembukaan yang berlangsung di Balai Kalurahan Banguncipto ini menjadi langkah awal kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kalurahan, pelaku wisata, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa wisata berbasis budaya, lingkungan, dan ekonomi kreatif.
Kalurahan Banguncipto dikenal memiliki hamparan persawahan yang asri serta sejumlah destinasi wisata berbasis alam dan budaya, seperti Towilfiets, Sendang Jambe Luwak, dan wisata packrafting Tour Kali Papah. Potensi tersebut menjadi dasar pengembangan program PPKO HIMA PSR UNY yang mengusung tema JAMBE (Jelajah Alam, Masyarakat, Budaya, dan Ekonomi Kreatif). Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Lurah Banguncipto H. Boiran, S.Pd., S.H., M.A.NLP., perangkat kalurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua Bamuskal, Direktur BUMDes, para kepala dukuh, pengelola Towilfiets, pengelola Tour Kali Papah, Pokdarwis, pengelola bumi perkemahan, serta perwakilan masyarakat. Dari pihak UNY hadir Dr. Ridho Gata Wijaya, M.Or. selaku Staf Ahli Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Firstya Evi Dianastiti, M.Pd. mewakili Dekan FBSB UNY, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, Pendidikan Kriya, serta mahasiswa Pariwisata UNY yang berasal dari Banguncipto.
Program PPKO HIMA PSR UNY didampingi oleh Novida Nur Miftakhul Arif, S.Pd., M.Sn. dan dijalankan oleh tim mahasiswa lintas program studi yang terdiri atas Wikan Sigit Prananto, Akmal Nurul Falah, Surya Yuga Wicaksono, Aldizar Ahmad Gifhar, Yulian Rahmat Prayoga, Erlyvia Nabila Azzahra, Olivia Herawati, Tiara Yusita Wijayanti, Abiya Diva Sehila, Paulus Wisang Surya Budi E. A., Rifa Husna Rozaqna, Hanafi Pasya Syah Razzaq, Rafi Agni Anindita, Muhammad Fauzan, dan Rafid Ahnaf Santana.
Ketua PPKO HIMA PSR UNY, Wikan Sigit Prananto, menjelaskan bahwa program JAMBE dirancang untuk membangun sinergi antar-potensi yang dimiliki Banguncipto agar mampu berkembang sebagai desa wisata yang berkelanjutan. “Melalui program JAMBE, kami ingin menghadirkan model pengembangan desa wisata yang terintegrasi. Potensi wisata alam, budaya, dan ekonomi kreatif yang sudah dimiliki Banguncipto akan diperkuat melalui kolaborasi dengan masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi desa,” ujar Wikan.
Empat program utama menjadi fokus kegiatan PPKO tahun ini. Pertama, JAMBE Edu-Ekowisata Desa, yang berfokus pada penguatan branding dan pengembangan paket wisata packrafting melalui pendekatan river discovery system. Kedua, JAMBE Wisata Sendang, berupa penataan kawasan Sendang Jambe Luwak dan pembangunan landmark patung luwak yang dilengkapi informasi digital mengenai sejarah, budaya, dan potensi wisata desa.
Program ketiga adalah JAMBE Kreasi UMKM, yang mendorong tumbuhnya usaha kreatif masyarakat melalui berbagai pelatihan keterampilan, seperti pembuatan gantungan tas batik, pemanfaatan limbah botol plastik menjadi produk bernilai guna, hingga kreasi hiasan gerabah. Sementara itu, program keempat, BANGUNCIPTO Art & Culture, akan menjadi ruang kolaborasi berbagai komunitas dan kelompok masyarakat untuk menampilkan kekayaan seni, budaya, serta produk kreatif lokal dalam sebuah festival desa.
Menurut Wikan, pengembangan wisata di Banguncipto memerlukan narasi yang mampu menghubungkan berbagai potensi yang selama ini berkembang secara terpisah. “Towilfiets dapat menjadi pintu masuk wisatawan mengenal Banguncipto, Sendang Jambe Luwak menjadi landmark yang merepresentasikan identitas desa, sedangkan wisata packrafting menghadirkan pengalaman menikmati keindahan Kali Papah. Ketiganya perlu disinergikan agar membentuk ekosistem wisata yang kuat tanpa menghilangkan keunikan masing-masing,” tambahnya. Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah kalurahan, pelaku wisata, dan masyarakat, program JAMBE diharapkan mampu menjadi model pengembangan desa wisata yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
Program ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 15 (Ekosistem Daratan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif, serta pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Dengan program PPKO HIMA PSR UNY 2026, diharapkan potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif di Kalurahan Banguncipto semakin berkembang, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan.
English