Permasalahan pembakaran sampah yang selama ini menjadi keluhan warga Desa Kecemen, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, kini mendapat solusi melalui inovasi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Tim Program Pembelajaran di Luar Kampus (PLK) UNY Mengabdi 2026 berhasil merancang dan menyerahkan Tempat Pembakaran Sampah Minim Asap, sebuah teknologi tepat guna yang membantu masyarakat mengelola sampah dengan lebih aman, sehat, dan ramah lingkungan.
Inovasi tersebut diserahkan kepada masyarakat belum lama ini sebagai salah satu program unggulan PLK UNY Mengabdi 2026. Alat ini dirancang sebagai respons terhadap kebiasaan warga membakar sampah secara terbuka yang selama bertahun-tahun memicu pencemaran udara dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.
Ketua Tim PLK Desa Kecemen, Muhamad Fadhil Nugroho, menjelaskan bahwa alat tersebut dirancang menggunakan sistem pembakaran berbahan bakar minyak goreng jelantah. Panas hasil pembakaran dimanfaatkan untuk menghasilkan uap air yang dialirkan melalui pipa sehingga memperbesar api di dalam ruang bakar tanpa memerlukan blower listrik. Dengan suhu pembakaran yang lebih tinggi, proses pembakaran menjadi lebih sempurna sehingga asap yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan pembakaran terbuka.
Selain itu, alat juga dilengkapi tong kedua yang berfungsi sebagai ruang penyaringan asap. Pada bagian ini, embun air membantu menangkap partikel-partikel hasil pembakaran sehingga emisi yang keluar menjadi lebih bersih. Seluruh komponen penyusun alat menggunakan material yang mudah diperoleh di pasaran dengan biaya yang relatif terjangkau, sehingga masyarakat dapat mereplikasi teknologi tersebut secara mandiri apabila diperlukan.
Proses pengembangan alat dimulai sejak awal April 2026. Setelah melalui tahap perancangan dan pembuatan, tim PLK melakukan sosialisasi sekaligus uji coba kepada masyarakat pada 14 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan prinsip kerja alat, manfaatnya bagi kesehatan dan lingkungan, serta tata cara pengoperasian yang aman. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai cara pembuatan, kapasitas pembakaran, hingga ketahanan alat.
Pada sosialisasi lanjutan tanggal 30 Mei 2026, warga tidak lagi hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga diberi kesempatan mengoperasikan alat secara langsung dengan pendampingan mahasiswa. Pendekatan ini dilakukan agar masyarakat benar-benar memahami cara penggunaan dan perawatan alat sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah program PLK berakhir.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, tim PLK secara resmi menyerahkan Tempat Pembakaran Sampah Minim Asap kepada pemerintah Desa Kecemen untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas bersama. Perangkat desa menyambut baik inovasi tersebut dan berharap keberadaannya dapat mendukung pengelolaan sampah di wilayah RW 07 dan RW 09 sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas lingkungan.
"Kami menyadari bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan secara instan. Namun kami berharap inovasi sederhana ini dapat menjadi langkah awal perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dengan cara yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Jika dimanfaatkan secara konsisten, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Muhamad Fadhil Nugroho. Program Tempat Pembakaran Sampah Minim Asap merupakan bagian dari pilar Infrastruktur dan Lingkungan dalam kegiatan PLK UNY Mengabdi 2026 di Desa Kecemen. Program ini mendukung tema besar "Pemberdayaan Potensi Lokal Desa Kecemen untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri dan Berkelanjutan melalui Sinergi Inovasi Teknologi Tepat Guna, Peningkatan Literasi, Ekonomi Kreatif, serta Kesehatan Lingkungan."
Melalui inovasi tersebut, mahasiswa UNY tidak hanya menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Diharapkan teknologi sederhana ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
English