Mahasiswa PPKn UNY Tingkatkan Literasi Digital Anak melalui Kolaborasi dengan Bantul Bergerak dan Sanggar Anak Tumbuh

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Pendampingan Belajar dan Literasi Digital Anak di Sanggar Anak Tumbuh, Bantul, belum lama ini. Kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based SDGs) yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan komunitas Bantul Bergerak dan Sanggar Anak Tumbuh ini berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya penggunaan gawai pada anak-anak usia dini hingga remaja tanpa diimbangi pemahaman yang memadai mengenai literasi digital. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari menurunnya konsentrasi belajar hingga risiko kecanduan gawai. Oleh karena itu, mahasiswa PPKn UNY berinisiatif menghadirkan edukasi yang menyenangkan sekaligus membangun kesadaran anak untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Di bawah bimbingan dosen pengampu Eko Swi Darmawan, M.Pd., kegiatan ini melibatkan tujuh mahasiswa PPKn UNY, yaitu Wiwin Heliyana, Mahriza Aulia, Aminatun Qoyimah, Rizka Intan Amalia Novta, Rahardian Rizky Wibowo, Luna Maya, dan Nisrina Naila Mumtaza. Para mahasiswa berperan aktif dalam merancang, mengelola, dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan bersama para mitra komunitas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemutaran video edukatif mengenai bahaya kecanduan gawai yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta. Selanjutnya, sesi literasi digital dipandu oleh Rizka Intan Amalia Novta bersama Alifia dari Bantul Bergerak. Dalam sesi tersebut, peserta dikenalkan pada cara menggunakan internet secara aman, memahami etika bermedia sosial, mengenali informasi palsu (hoaks), serta pentingnya mengatur waktu penggunaan layar (screen time) sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Agar pembelajaran lebih menarik, kegiatan ditutup dengan lokakarya kreatif berupa kolase menggunting dan menempel yang dipandu oleh Nisrina Naila Mumtaza dan Mahriza Aulia. Melalui aktivitas tersebut, anak-anak diajak mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik halus, sekaligus menemukan alternatif kegiatan positif selain bermain gawai. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka selama mengikuti seluruh rangkaian acara.

Founder Sanggar Anak Tumbuh, Atina, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi literasi digital yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan anak-anak saat ini. “Anak-anak sangat antusias dan aktif terlibat. Saya harap pengalaman hari ini bisa mendorong mereka menggunakan HP lebih bijak dan produktif,” ujarnya.

Selain mendukung SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, program ini juga berkontribusi pada SDGs 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya pemerataan akses edukasi digital bagi anak-anak di komunitas. Ke depan, materi literasi digital yang telah disampaikan akan disebarluaskan kepada para orang tua melalui grup WhatsApp komunitas dan media sosial mitra, serta diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah mitra.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPKn UNY menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berkelanjutan bagi generasi muda.

Penulis
Mahriza Aulia
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus