Jerman dan Indonesia - seberapa berbeda sebenarnya?

Alumni DAAD Lena Raßmann merancang pembelajaran bahasa Jerman dari tgl 27-30 Oktober 2026 di Departemen Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). UNY menyambut gembira kehadiran Lena Raßmann. Ia merupakan mantan penerima beasiswa DAAD skim kerja sama universitas yang sudah berlangsung sejak 2017 hingga saat ini antara UNY dan Universitas Münster.

Lena Raßmann, sekarang bekerja sebagai guru di Taipei European School (TES) di Taiwan. Ia memanfaatkan liburannya untuk kembali ke Yogyakarta dan memberikan tutorial pada mahasiswa Departemen PB Jerman yang tertarik untuk memgikuti tutorium bahasa Jerman.

Di bawah pertanyaan mengenai "Jerman dan Indonesia - seberapa berbeda mereka sebenarnya?" Para mahasiswa mempelajari secara serius akan persamaan dan perbedaan antara kedua negara tersebut. Fokus tipiknya adalah keragaman sosial dan budaya Jerman. Hasilnya memperjelas dan memperluas pengetahuan betapa berbedanya gaya hidup, pengalaman, dan perspektif dalam sebuah negara dan betapa pentingnya mempertanyakan secara kritis materi lintas budaya yang dapat digeneralisasikan secara umum.

Tutorial tersebut menggabungkan studi bahasa Jerman dan studi regional dengan refleksi antar budaya, perubahan perspektif dan pemikiran kritis.

Hubungan Lena Raßmann dengan Yogyakarta berawal dari masa akademiknya di Universitas Münster. Sebagai bagian dari kerja sama universitas, dia menyelesaikan magang di di SMA Negeri 11 Yogyakarta. Sementara itu, dia telah memperoleh pengalaman praktis dan profesional lebih lanjut di Jerman dan Taiwan. Dengan kembalinya dia ke UNY, dia sekali lagi membawa pengalaman-pengalamannya ke dalam kerja sama Jerman-Indonesia.

Dia disambut oleh Prof. Dr. Sulis Triyono, yang telah menemani kerja sama antara UNY dan Universitas Münster selama bertahun-tahun. Kerja sama ini diawasi secara profesional dan didaktik oleh Kordula Schulze di pihak Münster.

Pada saat yang sama, tutorial tersebut mengklarifikasi pentingnya kerja alumni yang berkelanjutan dalam kemitraan universitas internasional. Mantan peserta tidak hanya mendapat manfaat dari pertemuan internasional dan pengalaman praktis selama studi mereka. Mereka juga dapat mentransfer pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh sebelumnya ke dalam bidang kerja sama universitas setelah memulai karir mereka dan meneruskannya kepada mahasiswa berikutnya.

Komitmen Lena Raßmann mencontohkan bagaimana pendidikan guru internasional, praktik sekolah, pendidikan bahasa Jerman, dan pekerjaan alumni dapat digabungkan dalam kemitraan universitas dalam jangka panjang.

Keterangan: Lena Raßmann bersama mahasiswa dan anggota departemen Jerman Universitas Negeri Yogyakarta berlangsung selama 4 hari di bulan Oktober 2026.

Penulis
Sulis Triyono
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU
IKU 4. Praktisi Mengajar di Dalam Kampus