Bagi Seni Yuliarini, M.Pd., pendidikan bukan sekadar deretan gelar akademik, melainkan sebuah investasi jangka panjang yang harus diperjuangkan. Sosok perempuan asal Bandung yang kini mengabdi sebagai PNS di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh ini, berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu wisudawan terbaik pada Wisuda UNY Periode IV Tahap I Tahun 2026 untuk Program Studi S2 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Lahir dari keluarga sederhana yang menjunjung tinggi nilai pendidikan, Seni memilih fokus pada dunia PAUD karena keyakinannya bahwa fondasi terbaik manusia dimulai dari usia dini. Motivasi utamanya melanjutkan studi S2 adalah untuk memperdalam keilmuan serta meningkatkan kompetensi profesional guna mendukung perannya dalam penjaminan mutu pendidikan di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam perjalanan akademiknya, Seni menghasilkan riset inovatif melalui tesisnya. Ia mengembangkan E-Science Kit berbasis web. Media pembelajaran ini dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi sains anak usia 5–6 tahun. Menurutnya, di era modern saat ini, anak-anak perlu dibekali keterampilan berpikir kritis sejak dini agar mampu menjawab tantangan masa depan dengan pengalaman belajar yang bermakna.
Predikat wisudawan terbaik yang diraihnya diakui Seni bukan merupakan hasil instan. Pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi, kedisiplinan, dan manajemen waktu yang ketat. Ia mengaku sangat bersyukur dan terharu saat mengetahui namanya terpilih sebagai lulusan terbaik, mengingat perjuangan yang dilaluinya menuntut komitmen tinggi di setiap tugas dan penelitian.
Tantangan terbesar yang dihadapi Seni adalah menjalankan peran ganda sebagai mahasiswa sekaligus seorang ibu. Membagi waktu antara tuntutan akademik yang tinggi dengan tanggung jawab keluarga serta pekerjaan profesional bukanlah hal mudah. Namun, tekanan tersebut berhasil ia lalui dengan menjaga keseimbangan antara studi, istirahat, dan gaya hidup sehat melalui hobi olahraga seperti berenang, lari, hingga badminton.
“Pencapaian paling bermakna bagi saya bukan hanya gelar atau predikat ini, tetapi proses pembelajaran itu sendiri, bagaimana saya berkembang secara akademik, emosional, dan profesional,” ungkap Seni. Ia juga menekankan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan penuh keluarga, dosen pembimbing, serta rekan-rekan yang selalu memberikan motivasi tanpa putus.
Menutup kisah inspiratifnya, Seni memberikan pesan bagi mereka yang masih ragu untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, pendidikan adalah investasi terbaik bagi diri sendiri. “Jangan takut untuk melangkah, karena pendidikan tinggi bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang bagaimana kita berkembang dan memberi manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.
English