Gunungkidul – Tidak pernah terbayangkan oleh Sri Wahyuni, seorang ibu rumah tangga di Kalurahan Pacarejo, bahwa keripik singkong buatannya kini dikirim hingga luar Daerah Istimewa Yogyakarta. Semua berawal ketika ia mengikuti pelatihan digital marketing yang diselenggarakan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Pada awal pelatihan, Sri mengaku hanya menjual produknya melalui warung sekitar. Kemasan sederhana dan promosi dari mulut ke mulut membuat penjualannya tidak berkembang. Dalam pelatihan tersebut, ia belajar membuat identitas merek, memotret produk menggunakan telepon genggam, hingga memasarkan produk melalui media sosial dan marketplace.
Tidak berhenti pada pelatihan, tim PkM UNY terus mendampingi peserta selama beberapa bulan. Pendampingan tersebut membuat Sri semakin percaya diri mengelola usahanya. Kini, produknya memiliki kemasan yang lebih menarik, pencatatan keuangan lebih rapi, dan pelanggan datang dari berbagai kota.
"Yang paling berharga bukan hanya ilmunya, tetapi keberanian untuk memulai. UNY membuat kami yakin bahwa produk desa juga bisa bersaing," ujarnya.
Keberhasilan Sri menginspirasi ibu-ibu lain di desanya untuk membentuk kelompok usaha bersama sehingga manfaat program semakin meluas.
English