UNY Dorong Akselerasi Kenaikan Jabatan dan Pangkat Dosen untuk Perkuat Kualitas Pendidikan Tinggi

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan Akselerasi Kenaikan Jabatan dan Pangkat Dosen UNY pada Jumat (9/2) di Auditorium UNY. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen, melalui percepatan karier akademik yang terarah, transparan, dan berkualitas.

Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan bidang akademik terus menjadi prioritas, termasuk pengawalan pembukaan program studi baru sesuai kebutuhan masyarakat, seperti rencana pengembangan program S1, S2, dan S3 di Blora seiring pembangunan gedung perkuliahan. Selain itu, UNY juga mengoptimalkan pengembangan bidang ekonomi dan bisnis di Kampus Gunungkidul serta berkoordinasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan terkait penguatan Sekolah Laboratori.

Rektor juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini UNY merintis pendirian SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi olahraga di Kampus Wates, Kulon Progo. Di bidang sumber daya manusia, universitas terus memantau dan memfasilitasi kenaikan jabatan serta pangkat dosen dan tenaga kependidikan. Sementara itu, peningkatan pemeringkatan nasional dan internasional menjadi perhatian khusus bidang kerja sama, serta pembangunan fisik kampus dioptimalkan secara efektif dan efisien dengan mempertimbangkan aspek biaya, mutu, dan waktu.

Narasumber pertama, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Hukum, memaparkan kondisi dosen UNY yang berjumlah 1.512 orang, terdiri atas 706 dosen bergelar S2 (46,69%) dan 806 dosen bergelar S3 (53,31%), dengan 641 dosen S2 sedang menempuh studi doktoral. Berdasarkan jabatan akademik, komposisinya meliputi 7,28% tenaga pengajar, 28,82% asisten ahli, 33,75% lektor, 16,93% lektor kepala, dan 13,13% guru besar.

Ia menjelaskan bahwa promosi jabatan fungsional dosen dilakukan melalui pembinaan berjenjang, mulai dari asisten ahli hingga profesor, dengan penekanan pada penguatan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Selain itu, dosen juga dituntut menjunjung tinggi integritas akademik, menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif, menghindari konflik kepentingan, serta menolak gratifikasi. Pengelolaan kinerja dosen dilakukan melalui penetapan indikator kinerja, pembinaan, dan penilaian yang berkelanjutan. Skema promosi jabatan meliputi promosi reguler, loncat jabatan, serta penyesuaian jabatan akademik.

Narasumber kedua, Prof. Dr. Yoppy Wahyu Purnomo, S.Pd., M.Pd., Staf Ahli Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, menjelaskan bahwa pelaksanaan kenaikan jabatan fungsional dosen berlandaskan Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025, yang menghadirkan sistem karier akademik lebih transparan dan berkualitas. Persyaratan administratif meliputi pemenuhan Beban Kinerja Dosen (BKD) minimal empat semester berturut-turut di perguruan tinggi yang sama, capaian SKP minimal baik selama dua tahun terakhir, masa jabatan paling singkat dua tahun, pemenuhan angka kredit sesuai jenjang, serta lulus uji kompetensi.

Ia juga membagikan kiat sukses kenaikan jabatan, yakni fokus pada kualitas karya ilmiah, perencanaan karier akademik sejak dini, kelengkapan dokumentasi, serta penguatan kolaborasi profesional dengan kolega dan pemangku kepentingan. Menurutnya, kualitas dan profesionalisme dosen menjadi kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, UNY menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengembangan karier akademik dosen secara sistematis dan berkelanjutan, guna mendukung peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi serta memperkuat daya saing universitas di tingkat nasional maupun global.

Penulis
Sudaryono
Editor
Prasetyo Noviriyanto
Kategori Humas
IKU