Sosialisasi Kebijakan dan Program Beasiswa Co-Funding LPDP Tahun 2026 di UNY

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi tuan rumah Sosialisasi Kebijakan dan Program Beasiswa Co-Funding LPDP Tahun 2026 dan Penguatan Kerja Sama yang berlangsung di Gedung Sugeng Mardiyono, Sekolah Pascasarjana UNY belum lama ini. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam pengembangan talenta unggul nasional.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Beasiswa LPDP, Agam Bayu Suryanto, memaparkan arah kebijakan beasiswa LPDP tahun 2026 yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan industri strategis dan agenda riset nasional. Sementara itu, sambutan disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNY, Prof. Iis Prasetyo, yang menegaskan komitmen UNY dalam mendukung peningkatan kualitas dan daya saing lulusan melalui akses beasiswa global.

Dalam paparannya, Agam Bayu Suryanto menjelaskan bahwa skema beasiswa LPDP tahun 2026 menempatkan fokus kuat pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dan STEM-related dengan proporsi minimal 80 persen, sementara bidang non-STEM dalam skema SHARE dialokasikan maksimal 20 persen. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat delapan industri strategis nasional, mulai dari pangan, energi, pertahanan, digitalisasi (AI dan semikonduktor), kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, maritim, hingga manufaktur dan material maju, termasuk pengembangan entrepreneurship dan industri kreatif.

Program Co-Funding LPDP merupakan skema pendanaan bersama antara LPDP dan berbagai mitra, baik pemerintah negara sahabat, perguruan tinggi, maupun industri. Pada Tahap 1 Tahun 2026, sejumlah program kemitraan yang dibuka meliputi LPDP–Netherlands Program Master, LPDP–NUS Master of Science in Venture Creation (MSVC), LPDP–NUS Business School Program Master, LPDP–Tsinghua Master of Finance, LPDP–France Program Master, LPDP–University of Dundee Program Master dan Doktor, LPDP–UNSW Program Doktor, serta LPDP–UST Korea Program Master dan Doktor. Skema ini juga memungkinkan pendaftar mengikuti bundling scheme, yakni mendaftar pada dua program sekaligus: Beasiswa Kemitraan (Co-Funding) dan program reguler LPDP lainnya. Pendaftaran tahap awal dibuka pada 22 Januari hingga 23 Februari 2026, dengan tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, hingga seleksi substansi. Khusus program Co-Funding, jadwal seleksi substansi mengikuti ketentuan masing-masing mitra perguruan tinggi.

LPDP juga menetapkan kebijakan afirmatif dengan alokasi minimal 25 persen untuk kelompok afirmasi—difabel, prasejahtera, daerah 3T/Papua, dan juara olahraga kelas dunia—serta 20 persen untuk PNS/TNI/Polri. Proporsi studi dalam dan luar negeri ditargetkan 55 persen dan 45 persen, dengan rasio magister dan doktor sebesar 2:1.

Dalam sambutannya, Prof. Iis Prasetyo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan LPDP kepada UNY sebagai mitra strategis dalam sosialisasi kebijakan beasiswa. Menurutnya, akses terhadap skema Co-Funding membuka peluang lebih luas bagi sivitas akademika UNY untuk menempuh pendidikan di universitas-universitas unggulan dunia serta memperluas jejaring internasional. “UNY berkomitmen mendorong mahasiswa dan alumni untuk memanfaatkan peluang ini, sekaligus memperkuat kerja sama kelembagaan dengan LPDP dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Melalui forum ini, UNY dan LPDP tidak hanya memperkuat koordinasi teknis, tetapi juga menyamakan visi dalam membangun ekosistem talenta unggul yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Semangat #MenenunMimpi yang diusung LPDP pun sejalan dengan visi UNY dalam mencetak pendidik dan profesional unggul yang mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional. Ini merupakan kolaborasi antara Bidang Akademik, Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni, serta Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi UNY.

Penulis
Dedy
Editor
Yuyun Farida
Kategori Humas
IKU 4. Praktisi Mengajar di Dalam Kampus