Di tengah hiruk-pikuk kesibukan akademik, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta mengukir cerita pengabdian yang berbeda di sudut Desa Munggon melalui program Pembelajaran Luar Kampus. Tim yang diketuai oleh Citra Handayani dengan anggota Luthfi Tsurayya, Nasywa Dwi Yulianti, Gali Sakat, Kartika Anggun Sari, Wildan Heksantya Ghiffary, Naufal Arif Wibowo, Moh. Saparhuda Al Watoni, Nurul Tifani Rahmawati, Nita Yulianti, ini membawa semangat "Sengkuyung" yang memadukan berbagai disiplin ilmu untuk menyentuh langsung denyut nadi kehidupan masyarakat desa. Mereka memadukan keahlian dari Pendidikan Kewarganegaraan, Teknik Sipil, Teknik Mesin, hingga Biologi untuk membangun Desa Munggon dari berbagai aspek.
Keputusan mereka mengambil program Pembelajaran Luar Kampus ini didasari oleh keinginan untuk tetap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat tanpa harus kehilangan momentum pengembangan diri di semester mendatang, membuktikan bahwa dedikasi mahasiswa bisa berjalan selaras dengan manajemen waktu yang cerdas.
Salah satu program yang paling menarik perhatian dan berpotensi menjadi percontohan nasional adalah Sosialisasi dan Cek Kesehatan Diabetes. Berawal dari keprihatinan atas temuan warga dengan kadar gula darah tinggi, Nasywa Dwi Yulianti dan Luthfi Tsurayya dari Pendidikan Biologi turun tangan memberikan sosialisasi sekaligus cek kesehatan gratis. Inisiatif ini menjadi pemantik kesadaran baru bagi warga Desa Munggon akan pentingnya pola hidup sehat, sebuah langkah kecil yang memiliki resonansi besar jika dipotret dalam bingkai ketahanan kesehatan nasional berbasis desa. “Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga melakukan cek kesehatan sederhana. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran diri masyarakat desa terhadap penyakit tidak menular yang sering terabaikan ini," ujar Citra selaku ketua tim PLK Desa Munggon.
Namun, pengabdian tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan semata. Namun terjadi kolaborasi menarik di mana mahasiswa dari latar belakang teknik dan pendidikan saling bahu-membahu menata wajah desa. Di satu sisi, Naufal Arif Wibowo dan Nurul Tifani Rahmawati yang berasal dari program studi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan memastikan keselamatan jalan melalui pemasangan kaca cembung, sementara di sisi lain, Huda dan Wildan yang juga berasal dari program studi yang sama membawa Desa Munggon ke ranah digital dengan memperkuat kehadiran infrastruktur desa di Google Maps. Sentuhan estetika dan lingkungan pun tak luput dari perhatian melalui revitalisasi patung desa oleh Anggun dan Sakat yang berasal dari program studi Pendidikan Teknik Mesin juga melalukam edukasi warga mengenai pengelolaan sampah lewat pembuatan ember komposter.
Kehadiran 10 mahasiswa UNY ini disambut hangat oleh warga Desa Munggon. Masyarakat menilai program yang ditawarkan sangat relevan dengan kebutuhan mendesak di desa, mulai dari pendampingan belajar anak-anak hingga masalah kesehatan lansia.
"Kerja sama kami bersifat sengkuyung. Semua anggota turun tangan, baik itu mahasiswa Teknik maupun Pendidikan, terutama saat kegiatan Ramadhan dan sosialisasi kesehatan. Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa bisa menjadi motor penggerak perubahan yang nyata," tambah Citra.
Langkah Tim PLK di Desa Munggon memilih PLK sebagai alternatif KKN menunjukkan tren baru di kalangan mahasiswa yang menginginkan pengabdian lebih strategis tanpa mengorbankan pengembangan diri seperti magang. Hal ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap masyarakat bisa dilakukan dengan manajemen waktu yang cerdas dan kolaborasi lintas ilmu yang solid.
English