Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Dusun Dongkelan Kauman, Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Bantul, tidak hanya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan warga.
Melalui Program PLK bertajuk Adhigana Dongkelan ini, sepuluh mahasiswa lintas program studi menjalankan pengabdian di Dusun Dongkelan Kauman sejak 9 Februari hingga 29 Mei 2026, dengan sasaran utama warga Dusun Dongkelan Kauman, terutama anak-anak. Tim terdiri dari Farkhan Muta’amal (Manajemen Pendidikan) selaku ketua, Athaya Naura M. (Pendidikan IPA), Fauzia Nadhifa (Manajemen Pendidikan), Faliza Lintang (Manajemen Pendidikan), Kayana Amoretta A. (Pendidikan Bahasa Inggris), Farsya Adilah (Manajemen Pendidikan), Katrina Shifa D. (Pendidikan Bahasa Inggris), Asmani Broto (Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi), Fadhilham Diknu (Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi), serta Prestya Dwi K. (Pendidikan IPA), di bawah bimbingan Dr. Slamet Lestari, M.Pd.
Mengusung tema “Srawung Adhigana: Menjalin Harmoni, Mengasah Potensi, dan Menghidupkan Kemandirian Dusun Dongkelan,” tim menjalankan sepuluh program kerja yang mencakup edukasi, pemberdayaan, dan kegiatan sosial. Program tersebut dirancang untuk mengangkat potensi dusun sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Salah satu fokus utama dari program kerja yang dibentuk oleh tim mahasiswa adalah memperkenalkan potensi Dusun Dongkelan Kauman kepada masyarakat luas. Menurut Farkhan, melalui program ‘Lensa Dongkelan’, tim mahasiswa dapat memproduksi video profil desa yang menampilkan kehidupan warga, bentang alam, serta kearifan lokal yang selama ini belum banyak terekspos. Sementara itu, dalam ‘GEDEBOG-KARYA’, mahasiswa mengajak para warga untuk memanfaatkan limbah batang pisang guna menjadi kerajinan bernilai jual dan fungsional. Untuk anak-anak, kegiatan SAINS-RIA (Sains Asik & Ceria) dan STEP-UP (Student English Playful Unit Program) menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Adapun ‘SADULUR’ dirancang mengusung konsep olahraga rakyat sebagai turnamen bulu tangkis antarwarga yang dibungkus dengan semangat kebersamaan.
Farkhan menuturkan, Dusun Dongkelan Kauman dipilih karena memiliki potensi yang besar, baik dari sisi sosial maupun sumber daya masyarakat. Letaknya yang berada di kawasan dekat kota membuat dusun ini memiliki akses yang cukup baik, ditambah beberapa UMKM serta infrastruktur yang sudah berkembang. Namun, menurut tim PLK, potensi tersebut masih perlu lebih disorot agar lebih dikenal luas. “Tujuan utama kami adalah mengangkat potensi Dusun Dongkelan Kauman agar lebih dikenal masyarakat luas sehingga tidak tenggelam di tengah perkembangan kota di sekitarnya,” ujarnya.
Sejauh ini, sejumlah program kerja yang telah dilaksanakan di dusun tersebut, antara lain SAINS-RIA, STEP-UP, Lensa Dongkelan, WARISAN, TATA-APIK, dan BET NASIB. Adapun empat program kerja lainnya masih dalam tahap pelaksanaan hingga akhir Mei 2026. Dari berbagai kegiatan tersebut, program berbasis bahasa Inggris menjadi salah satu yang paling terasa dampaknya. Sebelum penerjunan, warga sempat meminta kegiatan berbasis edukasi yang bisa melatih public speaking, vocabulary, dan grammar. Seiring berjalannya program, kemampuan bahasa Inggris anak-anak mulai menunjukkan perkembangan.
Selain itu, kegiatan sosial seperti turnamen bulu tangkis dan permainan tradisional juga memberi pengaruh pada kekompakan warga. Dusun Dongkelan Kauman yang terdiri dari 11 RT disebut semakin terasa hangat melalui kegiatan yang melibatkan banyak lapisan masyarakat. “Kegiatan olahraga rakyat seperti turnamen bulu tangkis dan pelestarian permainan tradisional juga turut memperkuat kekompakan warga,” kata Farkhan, baru-baru ini. Respon masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa pun positif. Warga yang terlibat langsung merasakan manfaat, baik dalam bentuk pengetahuan baru maupun kebersamaan yang semakin terjalin.
Ke depan, mahasiswa UNY berharap program-program kerja yang telah dirintis dapat terus memberi manfaat bagi warga Dusun Dongkelan Kauman, sekaligus memperkuat keharmonisan sosial dan mendorong potensi lokal agar semakin berkembang di tengah kawasan perkotaan.
English