Dari Sijunjung ke UNY: Beasiswa KIP Kuliah Antarkan Rifdah Meraih Impiannya

Dalam meraih impian, tekad yang kuat selalu mampu mengalahkan rintangan apapun yang menghadang. Hal tersebut telah dibuktikan oleh Rifdah Putri Naldi, mahasiswi dari program studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Angkatan tahun 2025. Mahasiswi asal Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat yang akrab disapa Rifdah tersebut merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia lahir dari keluarga sederhana dengan orangtua yang berprofesi sebagai petani dan sopir bus pariwisata. Dengan beasiswa KIP Kuliah, Rifdah mampu mewujudkan impiannya untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan di tanpa harus membebani kedua orangtuanya.

Kisah inspiratifnya berawal dari jenjang SMK, dimana ia telah merantau ke tempat kelahirannya, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menuntut ilmu, tepatnya di SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Selama duduk di bangku SMK, Rifdah cukup aktif mengikuti sejumlah lomba yang linier dengan jurusan yang ia ambil, yaitu broadcast. Prestasi yang diraihnya selama SMK pula-lah yang akhirnya mengantarkan Rifdah untuk bisa lolos di seleksi SNBP dan diterima di Universitas Negeri Yogyakarta.

Rifdah mengaku merasa bahagia dan bersyukur ketika mengetahui dirinya diterima menjadi salah satu awardee beasiswa KIP Kuliah. “Apalagi kemarin saat awal kuliah laptop rusak dan waktu itu Ayah belum ada cukup uang untuk beli baru, jadi saya bersyukur banget dengan adanya KIP bisa terbantu untuk beli yang baru,” ucapnya.

Setelah berkesempatan untuk kuliah dengan beasiswa, ia berharap agar kedepannya mampu mempertahankan IP (Indeks Prestasi), dan memberikan kontribusi yang berdampak untuk almamater tercinta seperti mengikuti lomba dan aktif berorganisasi. Salah satu target tersebut sudah berhasil ia capai yaitu terpilih sebagai pengurus HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi) periode 2026.

“Untuk bidang Kewirausahaan sendiri tugasnya nggak terlalu padat jadi bisa dikerjakan di rumah. Saya juga bakal berusaha untuk mengerjakan tugas sebelum deadline, dan sebisa mungkin mencatat penjelasan dosen di kelas. Bisa dibilang memanfaatkan waktu dengan baik,” jelasnya saat memaparkan strategi untuk menghadapi kekhawatirannya dalam mempertahankan IP (Indeks Prestasi) yang ditargetkan bagi awardee beasiswa ditengah kesibukannya sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Sebagai penutup, Rifdah berpesan bagi mahasiswa lain yang sedang memperjuangkan beasiswa atau belum berhasil mendapat beasiswa untuk terus semangat berjuang dan mencoba, karena masih banyak beasiswa lainnya. Ia juga menekankan bagi mahasiswa sesama penerima beasiswa lainnya agar tetap bersyukur dengan cara mempergunakan dengan bijak uang yang telah diamanahkan.

Penulis
Kla Azalea
Editor
Dedy
Kategori Humas
MBKM