Aldi Herdiansyah, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan (FIKK) UNY program studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, menjadi satu dari sembilan mahasiswa UNY yang berhasil meraih Beasiswa Djarum. Capaian ini terasa istimewa, sebab mahasiswa dari FIKK UNY terbilang jarang menembus program beasiswa prestasi bergengsi tersebut.
Meski berasal dari fakultas olahraga, Aldi justru menorehkan banyak prestasi di bidang debat, baik di tingkat kampus maupun luar kampus. Aktivitasnya tak berhenti di sana. Ia juga aktif dalam Parlemen Remaja, bahkan menjadi satu-satunya perwakilan dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang duduk bersama anggota DPR dan sejumlah pemangku kebijakan untuk menyalurkan aspirasi generasi muda.
Perjalanan Aldi menuju titik ini tidaklah mudah. Sebelum menjadi awardee Beasiswa Djarum, pria kelahiran Tasikmalaya tersebut pernah bekerja di warung makan, kafe, hingga hotel untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membayar UKT kuliahnya. "Beasiswa yang memberikan uang saku bulanan itu kini sangat membantu meringankan beban finansial selama menempuh pendidikan" katanya.
Menurut Aldi, Beasiswa Djarum adalah beasiswa prestasi yang layak diperjuangkan oleh siapa pun yang memiliki semangat dan pencapaian. Proses seleksi yang ketat—mulai dari tes pengetahuan hingga tes psikologi—menjadi tantangan yang harus dilalui seluruh pendaftar. Namun dibalik seleksi tersebut, ia melihat banyak peluang pengembangan diri melalui pelatihan karakter dan perluasan relasi.
Bagi Aldi, menjadi mahasiswa adalah sebuah privilege yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia percaya keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan yang layak. Kesempatan menjadi mahasiswa, menurutnya, harus diisi dengan aktif mengikuti perlombaan dan kegiatan, meski tidak selalu linier dengan program studi yang diambil. Melalui pengalaman, jejaring, dan keberanian mencoba, ia ingin terus bertumbuh dan memberi dampak, termasuk melalui keterlibatannya di Kongres Pemuda.
English