Sleman – Selama bertahun-tahun, pohon maja di Dusun Krajan hanya menjadi tanaman peneduh. Buahnya jarang dimanfaatkan karena masyarakat menganggap rasanya pahit dan tidak memiliki nilai jual.
Pandangan itu berubah ketika tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan pelatihan pengolahan buah maja menjadi minuman herbal dan produk kesehatan alami. Salah satu peserta, Siti Aminah, awalnya mengikuti pelatihan hanya karena rasa ingin tahu.
Setelah memahami proses pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran, ia mulai memproduksi minuman herbal bersama kelompok wanita tani. Produk yang semula hanya dibuat untuk konsumsi keluarga kini telah dipasarkan pada berbagai pameran UMKM dan toko oleh-oleh lokal.
Permintaan yang terus meningkat membuat kelompok tersebut mampu menyerap ibu-ibu rumah tangga sebagai tenaga produksi. Pendapatan keluarga pun bertambah tanpa harus meninggalkan aktivitas di rumah.
"Kalau dulu buah maja dibiarkan jatuh begitu saja, sekarang justru menjadi sumber penghasilan," tutur Siti sambil tersenyum.
Bagi masyarakat Dusun Krajan, pelatihan dari UNY bukan sekadar mengenalkan produk baru, tetapi mengubah cara pandang bahwa potensi desa dapat menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan.
English