Sunyi Berbuah Prestasi, Liring Anindya Lulus Cumlaude di UNY

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif melalui capaian membanggakan salah satu lulusannya. Liring Anindya Maharani, mahasiswa tunarungu Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), berhasil menyelesaikan studi dengan predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,75.

Liring Anindya Maharani merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan yang diterima di UNY melalui jalur Mandiri Prestasi Akademik pada tahun 2021. Lahir di Kulon Progo pada 4 Januari 2003, Anindya menunjukkan kegigihan luar biasa selama menempuh pendidikan tinggi, meskipun menghadapi keterbatasan pendengaran.

Selain berprestasi secara akademik, Anindya juga aktif di bidang nonakademik. Pada tahun 2023, ia mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta dalam ajang Turnamen Futsal Senusantara dan berhasil meraih juara tiga. Prestasi tersebut mencerminkan kemampuannya dalam menyeimbangkan aktivitas akademik dan pengembangan minat bakat.

Selama perkuliahan, Anindya menghadapi sejumlah tantangan komunikasi, terutama ketika dosen menggunakan masker atau menyampaikan materi dengan tempo cepat. Untuk mengatasinya, ia menerapkan berbagai strategi belajar, seperti duduk di barisan depan, aktif berkomunikasi dengan dosen, serta melengkapi materi melalui catatan dan diskusi dengan teman sekelas.

Dukungan dari lingkungan kampus turut berperan penting dalam keberhasilan Anindya. Unit Layanan Bahasa (ULB) UNY secara rutin melakukan pendampingan, monitoring akademik, serta memberikan motivasi kepada mahasiswa disabilitas. Sinergi antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menciptakan suasana belajar yang inklusif dan suportif.

Anindya berharap UNY terus memperluas penerapan pendidikan inklusif di seluruh fakultas serta mendorong fleksibilitas metode pembelajaran yang ramah bagi mahasiswa disabilitas, baik dalam pembelajaran daring maupun luring.

“Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan pendengaran bukan akhir dari segalanya. Jangan pernah merasa kecil karena kondisi diri. Berani bertanya, berani menyuarakan kebutuhan, dan jangan berhenti di tengah jalan. Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, justru alasan untuk membuktikan bahwa kita mampu melampaui batas yang orang lain kira mustahil,” ujar Liring Anindya, Rabu (18/2/26).

Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan memberi ruang bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi.

Penulis
Talitha, Jhilly, Isna
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 1. Lulusan Mendapat Pekerjaan yang Layak