Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam menginternasionalkan bahasa Indonesia melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di luar negeri. Tim PkM UNY menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Pelatihan Kosakata melalui Permainan Tradisional bagi Pemelajar BIPA di USSH dan HANU, Vietnam" yang dilaksanakan di dua perguruan tinggi mitra, yakni University of Social Sciences and Humanities (USSH) dan Hanoi University (HANU), Vietnam belum lama ini.
Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Ari Kusmiatun, M.Pd., dengan anggota Prof. Dr. Drs. Kastam Syamsi, M.Ed., Mia Awaliyah, M.Pd., Fitria Wiyarti Nindyaningrum, M.Pd., dan Fathul Hidayati, M.Pd. Program tersebut merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi yang mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) 3 UNY, yaitu meningkatkan aktivitas dosen berkegiatan di luar kampus melalui kolaborasi akademik internasional. Melalui kegiatan pengabdian ini, dosen UNY tidak hanya melaksanakan transfer pengetahuan di perguruan tinggi mitra luar negeri, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama internasional sekaligus mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat akademik di kawasan Asia.
Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan salah satu instrumen strategis diplomasi budaya Indonesia. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim UNY menghadirkan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan penguasaan kosakata dengan permainan tradisional Indonesia agar mahasiswa internasional tidak hanya mempelajari bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi juga memahami budaya secara kontekstual. Kegiatan diawali dengan pengenalan kosakata dasar, seperti angka, arah, kata kerja, kata sifat, dan kosakata tentang uang, menggunakan pendekatan komunikatif yang menekankan pelafalan sebelum penulisan.
Setelah menguasai kosakata dasar, mahasiswa mempraktikkannya melalui permainan tradisional Indonesia, yaitu lompat tali karet, dakon, dan bola bekel. Dalam kelompok-kelompok kecil, mereka menggunakan instruksi dan ungkapan sederhana dalam bahasa Indonesia saat bermain sehingga pembelajaran berlangsung lebih interaktif dan bermakna. Ketua tim PkM, Dr. Ari Kusmiatun, M.Pd., menjelaskan bahwa permainan tradisional dipilih karena mampu menghadirkan pembelajaran bahasa yang komunikatif sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama kegiatan, sementara refleksi mahasiswa dari HANU dan USSH menunjukkan bahwa metode ini membuat mereka semakin tertarik mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.
Melalui program ini, UNY kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia sekaligus memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kawasan Asia. Sinergi antara pembelajaran bahasa, pemanfaatan teknologi digital, dan pengenalan permainan tradisional tidak hanya menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga menjadi implementasi IKU 3 UNY melalui kolaborasi internasional yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat akademik global serta diharapkan dapat menjadi model pembelajaran BIPA yang inovatif.
English