Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan Pra-Konaspi XII melalui layanan permak seragam batik, kaos dan celana bagi para peserta. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 orang delegasi dari 12 perguruan tinggi negeri LPTK se-Indonesia.
Para mahasiswa dilibatkan secara langsung untuk menangani proses permak, mulai dari pengukuran, penyesuaian pola, hingga penyelesaian akhir. Layanan permak dilakukan di lokasi kegiatan agar peserta dapat langsung mencoba hasil penyesuaian sebelum digunakan dalam rangkaian acara.
Salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Busana FT UNY, Endah Nurviana Sari mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang berbeda karena mahasiswa berhadapan langsung dengan pengguna jasa dari berbagai latar belakang. “Biasanya kami praktik di laboratorium dengan ukuran standar. Di sini kami harus bekerja cepat, rapi, dan tetap nyaman dipakai karena langsung digunakan peserta,” ujar warga Salamrejo Sentolo tersebut, Selasa (27/1/26).
Mahasiswa lainnya, Nila Anggraini Mafiya menambahkan bahwa tantangan terbesar adalah mengatur waktu dan menjaga ketelitian di tengah jumlah peserta yang cukup banyak. Meski demikian, pengalaman tersebut justru melatih kemampuan kerja tim dan komunikasi. “Rasanya bangga ketika melihat hasil jahitan kami langsung dikenakan oleh peserta,” papar warga Malang Jawa Timur itu.
Dosen Prodi Pendidikan Tata Busana FT UNY, Awwali Ibnu Wardaya, M.Pd yang mendampingi kegiatan ini menyampaikan bahwa keterlibatan dosen tidak hanya sebatas pendampingan, tetapi juga ikut terjun langsung dalam proses menjahit bersama mahasiswa. Menurutnya, hal tersebut penting untuk memberikan contoh praktik kerja yang sesungguhnya. “Kami ingin mahasiswa merasakan suasana kerja nyata, sekaligus melihat bagaimana dosen juga terlibat langsung dalam proses, mulai dari pengukuran hingga penyelesaian,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan layanan permak ini menjadi media pembelajaran kontekstual yang efektif karena mahasiswa dituntut untuk menerapkan keterampilan teknis sekaligus etika pelayanan. “Ini bukan hanya soal hasil jahitan, tetapi juga bagaimana mahasiswa berinteraksi dengan klien, mengelola waktu, dan menjaga kualitas kerja,” tambah Awwali.
Salah satu peserta Pra-Konaspi XII mengaku sangat surprise dengan layanan permak baju on-the-spot yang digelar prodi Pendidikan Tata Busana ini. “Baru kali ini kami menjumpai layanan permak baju di tempat sehingga dapat langsung digunakan saat acara. Ide yang sangat bagus, bisa diterapkan pada institusi lainnya” kata Hilma dari Universitas Negeri Padang. Ia mendukung layanan yang baru pertama kali dilakukan dengan UNY sebagai perintis.
Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan Pra-Konaspi XII, mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Busana FT UNY mendapatkan pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada berbagai agenda kampus sebagai sarana pembelajaran yang aplikatif dan berkelanjutan.
English