Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang ditujukan bagi masyarakat lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun ke atas. Kegiatan ini menggabungkan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, serta pengambilan data penelitian guna meningkatkan kualitas hidup lansia sekaligus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan otot.
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (3/7/26) di Laboratorium Terpadu Fakultas Kedokteran UNY dengan menggandeng 50 orang anggota Ikatan Pensiunan UNY (Ikapen). Seluruh layanan diberikan secara gratis dan kerahasiaan data maupun hasil pemeriksaan peserta dijamin oleh tim penyelenggara.
Tidak hanya penyuluhan, tim Fakultas Kedokteran UNY juga memberikan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta. Sebagai bagian dari penelitian mengenai kesehatan otot lansia, peserta yang bersedia turut mengikuti pengambilan data melalui wawancara singkat, pengukuran lingkar betis, finger-ring test, pengukuran kekuatan genggaman tangan, pemeriksaan komposisi tubuh menggunakan InBody/BIA, tes kecepatan berjalan, serta pemeriksaan HbA1c untuk mengetahui kontrol gula darah jangka panjang.
Penanggung Jawab Kegiatan, Prof. Dr. dr. Rachma Laksmi Ambardini, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi Fakultas Kedokteran UNY dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.
"Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan otot sejak usia lanjut melalui edukasi dan deteksi dini. Data yang diperoleh dari peserta juga akan menjadi bagian penting dalam penelitian untuk mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan sarcopenia sehingga diharapkan dapat mendukung terwujudnya lansia yang sehat, aktif, dan mandiri," katanya.
Guru Besar Bidang Fisiologi Olahraga itu menambahkan, sarcopenia merupakan kondisi penurunan massa, kekuatan, dan fungsi otot yang terjadi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini sering kali tidak disadari, padahal dapat meningkatkan risiko jatuh, patah tulang, penurunan kemandirian, hingga memperburuk kualitas hidup lansia.
"Sarcopenia bukan sekadar otot yang melemah karena faktor usia, tetapi merupakan kondisi yang dapat dicegah dan diperlambat jika dikenali sejak dini. Melalui edukasi, pemeriksaan sederhana, serta penerapan aktivitas fisik yang tepat dan pemenuhan nutrisi yang baik, lansia dapat mempertahankan kekuatan ototnya sehingga tetap sehat, aktif, dan mandiri," ujar dosen FK UNY tersebut.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Kedokteran UNY untuk meningkatkan literasi kesehatan Masyarakat, melakukan deteksi dini terhadap risiko sarcopenia, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDGs, terutama SDG 3, SDG 4, SDG 10, dan SDG 17 melalui upaya promotif, preventif, edukatif, serta kolaboratif untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia.
Salah seorang peserta, Merry Suharini mengapresiasi positif kegiatan ini karena dengan demikian lansia jadi tahu kekuatan otot sudah menurun dan harus hati-hati menjaga daya tahan tubuh agar tetap fit dan kekuatan ototnya selalu dijaga. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pra lansia dan lansia dan kami berharap dapat diadakan secara rutin dan berkelanjutan” tutur Merry.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran UNY berharap semakin banyak masyarakat lansia yang memahami pentingnya menjaga kesehatan otot dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Hasil penelitian yang diperoleh juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan layanan kesehatan berbasis bukti bagi lansia di Indonesia.
English