Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerima kunjungan Ibu-ibu Dharma Wanita dari 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) se-Indonesia dalam rangka rangkaian kegiatan Pra Konaspi XII Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (23/1) bertempat di Aula Gedung Moch. Amien, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua DWP UNY, Ibu Sulastri Sumaryanto, yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta di kampus Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran para pengurus dan anggota Dharma Wanita dari berbagai LPTK di Indonesia.
“Selamat datang di Universitas Negeri Yogyakarta. Kami merasa terhormat dapat menyambut Ibu-ibu Dharma Wanita dari 12 LPTK se-Indonesia. Semoga kebersamaan ini dapat mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antar-Dharma Wanita Perguruan Tinggi” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ibu Sulastri juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses penerimaan, penyambutan, maupun pendampingan selama kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan nyaman, hangat, dan memberikan kesan positif bagi seluruh peserta.
Sebagai bagian utama rangkaian Pra Konaspi XII 2026, Pengurus Pusat DWP UNY menyelenggarakan talkshow bertajuk “Literasi Kesehatan: Menuju Ibu Bahagia di Usia Senja”. Talkshow ini menghadirkan narasumber Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD-KGer, FINASIM, SE, MM, AIFO-K, seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri yang dikenal luas atas kepakarannya di bidang kesehatan lanjut usia.
Dalam pemaparannya, Dr. Probosuseno menekankan pentingnya literasi kesehatan sebagai fondasi untuk mencapai kualitas hidup yang sehat, mandiri, dan bahagia di usia senja. Literasi kesehatan dipahami sebagai kemampuan individu untuk mencari, memahami, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan secara tepat dalam pengambilan keputusan, baik untuk diri sendiri maupun keluarga.
Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan bahwa lansia yang bahagia tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh gaya hidup sehat, aktivitas sosial, kesiapan mental-spiritual, serta dukungan lingkungan. Konsep “menuju lansia yang matang” mencakup kemandirian, kebermanfaatan, ketangguhan, ketakwaan, dan perasaan senang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menyambut positif materi yang disampaikan karena dinilai relevan dengan peran perempuan dan ibu dalam menjaga kesehatan keluarga sekaligus mempersiapkan kualitas hidup yang lebih baik di masa lanjut usia.
Melalui kegiatan ini, DWP UNY berharap dapat berkontribusi nyata dalam peningkatan literasi kesehatan perempuan serta memperkuat peran Dharma Wanita sebagai mitra strategis perguruan tinggi dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan masyarakat, sekaligus menjadi bagian penting dalam menyukseskan Konaspi XII 2026.
English