Guru Besar

PENGUKUHAN GURU BESAR BIDANG ILMU KIMIA ORGANIK SINTESIS

Perkembangan ilmu kimia organik di satu sisi memberikan kontribusi positif dalam peradaban manusia dengan ditemukannya berbagai produk  sintesis yang sangat bermanfaat seperti obat- obatan, tekstil, plastik, pestisida, pupuk dan sebagainya. Namun, di sisi lain proses produksi senyawa organik sintetik ternyata menimbulkan permasalahan lingkungan seperti limbah asam atau basa dan senyawa lain yang berbahaya.

PENGUKUHAN GURU BESAR BIDANG ILMU KIMIA POLIMER

Kimia berperan dalam pemrosesan berbagai jenis bahan dan degradasi bahan oleh lingkungan secara alamiah dan nonalamiah. Pemrosesan bahan polimer dapat berupa sintesis bahan baru, poliblending, maupun modifikasi sehingga sifatnya lebih unggul dan berkualitas. Contoh sintesis adalah mengubah lignin, selulosa, polisakarida, dan minyak nabati menjadi poliuretan; contoh poliblending adalah pencampuran polietilena-pati untuk mendapatkan bahan yang dapat didegradasi.

FAKULTAS MIPA TAMBAH DUA GURU BESAR

Universitas Negeri Yogyakarta akan mengukuhkan dua guru besar pada Sabtu (25/7) di Auditorium UNY. Kedua guru besar yang dikukuhkan adalah Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kimia Polimer Prof. Dr. Eli Rohaeti, M.Si. dan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kimia Organik Sintesis Prof. Dr. Sri Handayani, M.Si. Kedua guru besar tersebut berasal dari Fakultas MIPA. Dengan dikukuhkannya kedua guru besar ini UNY memiliki 157 orang profesor.

PENGUKUHAN GURU BESAR BIDANG PENGKAJIAN SENI RUPA MODERN

Identitas seni dan budaya keindonesiaan merupakan suatu yang amat penting bahkan menjadi keniscayaan. Namun yang perlu ditegaskan bahwa dalam pemaknaan identitas memang selalu berada dalam bingkai format proses menjadi, sehingga selalu memerlukan pengupayaan terus-menerus tiada henti. Dalam  rangka  proses  pengupayaan  identitas  itulah,  pertemuan dengan entitas identitas-identias lain, apalagi dalam konteks di era global ini, adalah juga keniscayaan lain yang tak bisa dihindari.

UNY AKAN TAMBAH DUA GURU BESAR

Universitas Negeri Yogyakarta akan mengukuhkan dua guru besar pada Sabtu (18/7) di Auditorium UNY. Kedua guru besar yang dikukuhkan adalah Guru Besar dalam Bidang Pendidikan Jasmani Adaptif Prof. Dr. Sumaryanti, M.S. dan Guru Besar dalam Bidang Pengkajian Seni Rupa Modern Prof. Dr. Kasiyan, M.Hum. Kedua guru besar tersebut berasal dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Fakultas Bahasa dan Seni. Dengan dikukuhkannya kedua guru besar ini UNY memiliki 155 orang profesor.

PENGUKUHAN GURU BESAR BIDANG ILMU PENILAIAN PEMBELAJARAN FISIKA

Setiap satuan pendidikan selain melakukan perencanaan dan proses pembelajaran, juga melakukan penilaian hasil pembelajaran sebagai upaya terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Reformasi kurikulum yang dilakukan pemerintah, salah satunya dengan pembaharuan pedoman proses pembelajaran. Seorang pendidik harus memiliki kompetensi pendidik yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.

PENGUKUHAN GURU BESAR BIDANG ILMU FISIKA ZAT PADAT

Internet (interconnected network) menjadi kebutuhan yang tidak dapat dielakkan dalam kehidupan saat ini karena memungkinkan penyediaan layanan informasi yang saling terkait. Teknologi world wide web (www), surat elektronik, dan telepon internet adalah contohnya. Internet memungkinkan terjadinya komunikasi jarak jauh melalui pesan instan, forum internet, bahkan jejaring sosial seperti Whatsapp, Facebook, Instagram, dan Twitter. Adanya internet di Indonesia tidak lepas dari adanya broadband network atau jaringan pita lebar.

FAKULTAS MIPA TAMBAH DUA GURU BESAR

Universitas Negeri Yogyakarta akan mengukuhkan dua guru besar pada Sabtu (7/3) di Rektorat UNY. Kedua guru besar yang dikukuhkan adalah Guru Besar dalam Bidang Ilmu Fisika Zat Padat Prof. Dr. Heru Kuswanto, M.Si. dan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Penilaian Pembelajaran Fisika Prof. Dr. Drs. Edi Istiyono, M.Si. Kedua guru besar tersebut berasal dari Fakultas MIPA. Dengan dikukuhkannya kedua guru besar ini UNY memiliki 153 orang profesor.

PENGUKUHAN GURU BESAR BIDANG ILMU PEMBELAJARAN PROSES PERMESINAN

Proses pemesinan adalah merupakan suatu proses yang digunakan untuk menghilangkan sebagian dimensi dari benda kerja dengan mempergunakan mesin perkakas dan alat potong (metal cutting process) sehingga terbentuk komponen seperti yang dikehendaki. Proses pemesinan hingga saat ini merupakan proses yang paling banyak digunakan di dalam membuat suatu komponen mesin yang lengkap dan merupakan proses manufaktur yang memiliki peranan sentral dalam pembuatan suatu unit peralatan atau mesin.