UNY Kenalkan Sastra Indonesia kepada Mahasiswa Vietnam melalui Puisi Hujan Bulan Juni

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali memperkuat kiprahnya di tingkat internasional melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang memadukan pembelajaran bahasa dengan diplomasi budaya. Kali ini, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) UNY memperkenalkan kekayaan sastra Indonesia kepada mahasiswa pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di University of Social Sciences and Humanities (USSH) dan Hanoi University (HANU), Vietnam.

Kegiatan bertajuk "Pelatihan Pengenalan Sastra pada Pembelajar BIPA di Hanoi, Vietnam" ini dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. Suroso, M.Pd. bersama tim yang terdiri atas Dr. Ari Kusmiatun, S.Pd., M.Hum., Dr. Drs. Hartono, M.Hum., Mia Awaliyah, M.Pd., dan Fitria Wiyarti Nindyaningrum, M.Pd. Program tersebut merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) 3 UNY, yaitu mendorong dosen berkegiatan di luar kampus melalui kolaborasi akademik internasional yang memberikan manfaat bagi masyarakat global.

Berbeda dengan pembelajaran BIPA yang umumnya berfokus pada tata bahasa dan kosakata, pelatihan ini menghadirkan sastra sebagai pintu masuk untuk mengenalkan identitas bangsa Indonesia. Melalui karya sastra, mahasiswa Vietnam tidak hanya mempelajari bahasa, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya, cara pandang masyarakat, serta kekayaan kehidupan yang tercermin dalam karya para sastrawan Indonesia.

Pada sesi pembuka, Prof. Suroso memperkenalkan perkembangan sastra Indonesia, mulai dari perjalanan sejarah, ragam genre, hingga karya para sastrawan yang telah dikenal di tingkat internasional. Mahasiswa juga diajak mengenal berbagai novel, cerpen, dan puisi Indonesia yang memiliki nilai universal dan menjadi bagian penting dari khazanah literasi nasional. Selain itu, peserta memperoleh gambaran mengenai keberagaman budaya, bahasa daerah, dan tradisi sastra yang menjadi identitas Indonesia.

Suasana kelas semakin hidup ketika mahasiswa diajak berdiskusi mengenai karya sastra favorit dari Vietnam maupun negara lain. Diskusi tersebut memperlihatkan bahwa sastra memiliki kekuatan universal untuk membangun dialog dan saling memahami di tengah keberagaman budaya.

Puncak kegiatan berlangsung saat tim PkM UNY memperkenalkan puisi "Hujan Bulan Juni" karya Sapardi Djoko Damono, salah satu karya paling ikonik dalam sastra Indonesia modern. Puisi tersebut disajikan dalam bahasa Indonesia dan terjemahan bahasa Vietnam sehingga peserta dapat memahami makna sekaligus menikmati keindahan pilihan katanya.

Mahasiswa kemudian membaca puisi tersebut secara bergantian dalam kedua bahasa dengan memperhatikan pelafalan, intonasi, dan penghayatan. Bagi sebagian besar peserta, pengalaman tersebut menjadi pertemuan pertama mereka dengan karya sastra Indonesia yang dibaca secara langsung, menghadirkan pengalaman belajar bahasa yang lebih bermakna dan emosional.

Tidak berhenti pada kegiatan membaca, peserta juga diajak menulis puisi sederhana menggunakan kosakata yang terdapat dalam Hujan Bulan Juni. Melalui latihan kreatif ini, mahasiswa bebas mengembangkan imajinasi dan pengalaman pribadi ke dalam bahasa Indonesia. Hasil karya mereka menunjukkan bahwa sastra mampu menjadi media efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa sekaligus menumbuhkan kreativitas pembelajar BIPA.

Menurut Ketua Tim PkM, Prof. Dr. Drs. Suroso, M.Pd., sastra memiliki kekuatan untuk membangun pemahaman lintas budaya yang lebih mendalam dibandingkan pembelajaran bahasa semata. Melalui karya sastra, mahasiswa asing dapat memahami cara pandang masyarakat Indonesia, nilai-nilai kemanusiaan, serta keberagaman budaya yang menjadi identitas bangsa.

Program ini menunjukkan bahwa sastra Indonesia memiliki potensi besar sebagai instrumen diplomasi budaya sekaligus media pembelajaran BIPA. Pengenalan karya-karya sastrawan Indonesia kepada mahasiswa Vietnam tidak hanya memperluas wawasan peserta terhadap kekayaan literasi Indonesia, tetapi juga membuka peluang lahirnya minat untuk membaca, mengkaji, bahkan menerjemahkan karya sastra Indonesia ke berbagai bahasa.

Melalui kolaborasi dengan USSH dan HANU, UNY semakin memperkuat perannya dalam menginternasionalkan bahasa dan sastra Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Ke depan, kerja sama ini diharapkan berkembang melalui program pertukaran akademik, pengembangan pembelajaran BIPA berbasis sastra, penelitian kolaboratif, serta berbagai kegiatan budaya yang mempererat hubungan Indonesia dan Vietnam. Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen UNY sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring akademik internasional dan mempromosikan bahasa serta budaya Indonesia di tingkat global.

Penulis
Mia Awaliyah
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 3. Dosen Berkegiatan di Luar Kampus