Meniti Prestasi di Tengah Kesibukan Kuliah dan Bekerja, Kisah Maryanti Gadis Tangguh dari Klaten

Tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan untuk fokus sepenuhnya pada perkuliahan. Bagi Maryanti, perjalanan meraih gelar sarjana di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) justru diwarnai dengan perjuangan membagi waktu antara kuliah, bekerja, mengembangkan usaha, hingga tetap menjalankan peran di tengah keluarga. Namun berbagai kesibukan itu tidak menghalanginya untuk terus berprestasi.

Warga Sidorejo, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah tersebut mengaku tantangan terbesar selama kuliah adalah beradaptasi dengan sistem pembelajaran di perguruan tinggi yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kemandirian, serta manajemen waktu yang baik. Di saat bersamaan, ia juga harus menyelesaikan berbagai tanggung jawab di luar kampus. "Sering kali saya harus membagi waktu antara mengerjakan tugas kuliah, bekerja, dan mengurus usaha. Tidak mudah, tetapi saya percaya semua bisa dijalani dengan disiplin dan komitmen" ungkap Maryanti.

Alih-alih menjadikan tantangan sebagai beban, Maryanti memilih menjadikannya sebagai pemacu semangat. Baginya, setiap kesulitan merupakan kesempatan untuk terus berkembang dan memperkuat kedisiplinan diri. “Setiap tantangan selama kuliah saya jadikan motivasi untuk terus berkembang, meningkatkan kedisiplinan, dan memperkuat semangat dalam mencapai tujuan,” ujarnya, Kamis (25/6/26).

Kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan mengelola waktu. Maryanti terbiasa menyusun prioritas pekerjaan, menyelesaikan tugas secara bertahap, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik, pekerjaan, dan waktu bersama keluarga. Menurutnya, konsistensi menjadi modal penting untuk bertahan dan berkembang selama menempuh pendidikan tinggi.

Di balik keteguhannya, terdapat dukungan keluarga yang selalu menguatkan langkahnya. Putri pasangan Jemino dan Rini tersebut menyebut doa, motivasi, serta pengorbanan orang tua sebagai sumber kekuatan terbesar yang membuatnya mampu melewati berbagai tantangan selama kuliah. Perjuangan Maryanti juga terlihat dari berbagai aktivitas yang dijalaninya di luar ruang kelas. Selain sebagai penerima beasiswa KIP Kuliah, ia berhasil menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal Sinta 4 berjudul Hypotetical Learning Trajectory dalam LKPD RME Berbasis Etnomatematika “Dakon” Materi Perkalian Bilangan Cacah. Tidak hanya itu, alumni SMKN 1 Klaten tersebut juga merintis usaha bimbingan belajar, toko alat tulis, dan mini percetakan di rumah.

Ke depan, Maryanti berharap ilmu dan pengalaman yang diperolehnya selama kuliah dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Ia ingin terus berkontribusi di bidang pendidikan sekaligus mengembangkan usaha yang telah dirintis agar dapat membantu masyarakat di sekitarnya.

Kisah Maryanti menjadi bukti bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Kerja keras, kedisiplinan, kemampuan mengelola waktu, serta dukungan keluarga menjadi fondasi yang mengantarkannya meraih hasil terbaik. Berkat perjuangan tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan UNY itu akhirnya dinobatkan sebagai lulusan terbaik jenjang Sarjana (S1) pada Wisuda UNY Periode IV Tahap II Tahun Akademik 2025/2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 berpredikat Cum Laude.

Penulis
Dedy
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU 1. Lulusan Mendapat Pekerjaan yang Layak