Mahasiswa UNY Ubah Limbah Tulang Ikan Lele Jadi Kandidat Biomaterial Penghantaran Obat HIV

Apa yang dianggap sebagai limbah bisa menjadi awal lahirnya inovasi. Lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memanfaatkan tulang ikan lele dari limbah produksi pangan di Sleman, Yogyakarta, untuk dikembangkan menjadi kandidat biomaterial sistem penghantaran obat antiretroviral (ARV).

Gagasan tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) oleh Dwi Rizki Lestari dari Program Studi S1 Fisika sebagai ketua tim, bersama Yasmin Aulia Nabila Putri dari S1 Statistika, Faishal Azka Maulana dari S1 Fisika, Indra Falen Utomo dari S1 Biologi, dan Harum Ambarwati Harti dari S1 Kedokteran.

Penelitian ini mengembangkan nano-hidroksiapatit (n-HAp) dari tulang ikan lele yang kemudian dikombinasikan dengan polimer poly(lactic-co-glycolic acid) (PLGA). Komposit tersebut dikembangkan sebagai In Situ Forming Implant (ISFI), yakni sistem penghantaran obat yang dirancang untuk membentuk implan di dalam tubuh dan memungkinkan pelepasan obat secara lebih terkendali dan bertahap.

Menurut Dwi Rizki Lestari, ide penelitian ini berangkat dari tantangan terapi HIV, khususnya pada perempuan usia reproduktif dan ibu hamil. “Perubahan kondisi selama kehamilan, seperti mual dan muntah, dapat memengaruhi kepatuhan serta penyerapan obat” katanya, Selasa (1/9/26). Kondisi tersebut dapat menyebabkan konsentrasi obat dalam tubuh menjadi kurang stabil sehingga diperlukan inovasi sistem penghantaran obat yang mampu menjaga pelepasan obat secara lebih terkontrol.

Keunikan penelitian terletak pada pemanfaatan tulang ikan lele sebagai sumber n-HAp. Tulang ikan lele yang diperoleh dari UMKM abon ikan lele di Sleman akan melalui proses preparasi dan kalsinasi untuk menghasilkan bahan dasar yang selanjutnya difabrikasi menjadi n-HAp. Material tersebut kemudian dikombinasikan dengan PLGA dan Tenofovir disoproxil fumarate (TDF) dalam formulasi penelitian.

Kolaborasi lintas disiplin menjadi bagian penting dalam penelitian ini. Dwi Rizki Lestari berperan dalam perancangan, koordinasi, karakterisasi formulasi, dan evaluasi penelitian. Yasmin Aulia Nabila Putri bertanggung jawab pada analisis data, perizinan laboratorium, serta perencanaan keuangan. Faishal Azka Maulana menangani uji pelepasan obat, pengelolaan media sosial, dan penyusunan artikel ilmiah.

Sementara itu, Indra Falen Utomo bertanggung jawab pada preparasi CaO dan pembuatan formulasi n-HAp/PLGA serta penyusunan laporan. Harum Ambarwati Harti mengkaji aspek biomedis dan klinis penelitian sekaligus terlibat dalam persiapan alat dan bahan serta fabrikasi n-HAp. Penelitian dilaksanakan selama empat bulan di Laboratorium Biomaterial Fisika FMIPA UNY, Laboratorium Biologi FMIPA UNY, Laboratorium Terpadu FMIPA UNY, dan Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM. Tim mengembangkan formulasi dengan variasi konsentrasi PLGA sebesar 15, 25, dan 35 wt persen. Karakteristik material akan dianalisis menggunakan FTIR, XRD, dan FE-SEM/EDX, sedangkan profil pelepasan obat dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis.

Melalui penelitian ini, tim menargetkan diperolehnya n-HAp dengan karakteristik fisikokimia yang baik serta formulasi n-HAp/PLGA yang berpotensi menjadi biomaterial dalam sistem penghantaran obat ARV. Di sisi lain, penelitian ini juga menawarkan nilai tambah dalam pemanfaatan limbah tulang ikan lele sebagai sumber biomaterial berbasis sumber daya lokal.

Penelitian tersebut menjadi wujud semangat mahasiswa UNY untuk menghadirkan inovasi yang berangkat dari persoalan nyata. Perpaduan ilmu lintas bidang dan pemanfaatan sumber daya lokal diharapkan dapat membuka peluang pengembangan biomaterial berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa dalam pengembangan teknologi kesehatan.

Penulis
Dedy
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU 5. Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat