UNY BERSHOLAWAT

Gema Sholawat menggema diseantero UNY sebagai awal agenda Dies Natalis ke-53 Universitas Negeri Yogyakarta. UNY Bersholawat dilaksanakan di sekitaran GOR UNY (9/02) yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai penjuru daerah. UNY Bershalawat dipimpin oleh ulama besar dari Jawa Tengah, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.

Habib Syech menyampaikan banyak pesan kepada seluruh jamaah, pada khususnya mahasiswa UNY, supaya menjaga keutuhan bangsa. Selain itu, dengan berkumpulnya umat Islam pada malam ini akan berdampak membuat sifat-sifat yang baik terpelihara dan sepulangnya dari acara dapat menjadi pribadi yang lebih baik. "Semoga ketenteraman tercipta dan umat Islam menjadi cinta damai dan kebaikan. Dan umat Islam menjadi contoh dalam kebaikan (bagi umat lainnya)," ucap Habib Syech.

Sementara itu, Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. dalam sambutannya menuturkan bahwa tujuan dari acara UNY bersholawat adalah dalam rangka mempertebal sikap spritual untuk mempertegas karakter UNY yang merupakan pioneer pendidikan karakter.   

Rektor UNY juga mengajak seluruh jamaah manfaatkan momen yang mulia ini untuk bersholawat dengan khusyuk sehingga dapat memperkokoh keimanan dan ketaqwaan.

“Telah lama kami menanti kehadiran Habib Syech Abdul Qodir Assegaf di UNY dan Alhamdulillah malam ini bisa terealisasi, semoga acara ini bisa memantapkan visi UNY untuk menghasilkan insan yang taqwa, mandiri dan cendikia sehingga lulusan UNY bisa menjadi dambaan baik bagi agama, bangsa hingga dunia,” lanjut Rektor UNY, “UNY bersholawat ini juga sebagai rasa syukur karena beberapa waktu lalu meraih akreditasi institusi A,” imbuh Rektor UNY.

Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian, Pendiri ESQ Learning Centre, yang juga turut hadir,  memberikan tausiah bahwa sholawat sangat penting untuk melembutkan hati dan membangun hati untuk mencintai Allah, Rosul dan kitab Allah. “Ribuaan jamaah yang datang ketempat ini pasti semua ikhlas tergerak hatinya karena rasa cinta pada Allah SWT dan tentu Rasulullah,” ujarnya.

“Saya sangat salut karena UNY benar-benar kampus yang terus mendorong seluruh civitas akademikanya untuk mencintai Allah dan Rosul-Nya. Semoga diusianya yang makin matang 53 tahun, kampus ini bisa meraih semua yangg dicita-citakan,” tutup Ary Ginanjar. (haryo)

 

Label Berita: 
Share/Save