PELEPASAN PESERTA SM3T UNY

“Indonesia telah menuntaskan program wajib belajar 9 tahun sejak tahun 2007 namun angka partisipasi kasar menunjukkan bahwa masih ada 25 kabupaten di Indonesia yang angkanya di bawah 75%. Oleh karena itu, ciptakan gerakan cinta sekolah di tempat kalian nanti sebab di daerah tertentu masih ada anggapan bahwa ikut sekolah berarti menghilangkan pendapatan. Manfaatkan dana BOS untuk perbaikan kualitas siswa.” Demikian dikatakan Dirjen Mandikdasmen Kemendikbud, Prof. Suyanto, Ph.D., dalam pelepasan peserta SM3T Universitas Negeri Yogyakarta di Auditorium UNY, Rabu, 10 Oktober 2012.

Prof. Suyanto juga mengungkapkan kebanggaannya pada segenap peserta yang akan mengajar SD dan SMP di Malinau (Kalimantan Timur), Gayolues (Aceh) serta Ende dan Ngada (Nusa Tenggara Timur). “Tulislah buku tentang how to selama kalian mengajar di sana,” kata Prof. Suyanto. “Saya berjanji akan menerbitkannya sebagai panduan how to inspiring bagi siswa, sehingga kelak anak di daerah 3T bisa sukses dan berterima kasih pada kalian yang telah berjasa mengajar mereka.”

Menurut Wakil Rektor I UNY, Prof. Dr. Nurfina Aznam, Apt., SU, program SM3T akan dilaksanakan selama setahun dengan tujuan membantu daerah 3T dalam mengatasi permasalahan pendidikan, khususnya kekurangan guru sekaligus memberikan pengalaman pengabdian pada sarjana pendidikan dan mempersiapkan calon pendidik profesional sebelum mengikuti PPG. “Peserta yang lulus tes online sebanyak 204 orang dari 9 LPTK negeri maupun swasta,” kata Wakil Rektor I UNY. “Setelah melalui tahap wawancara, tes kesehatan, dan prakondisi di AAU Yogyakarta, yang memenuhi syarat diberangkatkan sebanyak 168 orang.”

Peserta SM3T UNY tahun 2012 ini akan ditempatkan selama setahun di kabupaten Ngada NTT sebanyak 44 orang, kabupaten Ende NTT 41 orang, kabupaten Gayolues NAD 52 orang dan kabupaten Malinau Kaltim 31 orang. Pelepasan peserta SM3T selain dihadiri oleh Rektor UNY beserta segenap jajarannya juga diikuti oleh segenap orang tua peserta dan keluarga untuk melepas putra-putrinya yang akan mengabdi di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal Indonesia.(dedy/nd)

Label Berita: