MOU 7 REKTOR LPTK, SEPAKAT KEMBANGKAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

Rektor  dari tujuh perguruan tinggi eks  LPTK   menandatangani  MoU yang   berisi tentang pengembangan tri dharma perguruan tinggi yang akan dilakukan bersama. Ketujuh LPTK tersebut adalah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Sebelas Maret  (UNS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Pendidikan Ganesha (Undhiksa) dan Universitas Negeri Veteran (Univet) Sukoharjo. Acara yang digelar di Gedung FE lantai II , Sabtu lalu, usai  peresmian gedung dan launching FE,   selain dihadiri oleh ketujuh rektor tersebut, juga dihadiri oleh Dirjen Dikdas Prof. Dr. Suyanto, Ph.D,  mantan  Dirjen Pendidikan  Menengah Kemdiknas Prof Dr Baedowi, anggota RKU UNY dan pejabat di lingkungan FISE UNY.

Dalam sambutannya Sardiman, AM., M.Pd, Dekan FIS  yang  juga  pejabat pelaksana  Dekan  FE mengungkapkan  kegiatan kemitraan diawali dengan kegiatan tukar menukar dosen yang dilaksanakan pada tahun 2004 oleh empat perguruan tinggi yakni UNS, UNESA, UNNES dan UNY.  Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antar Rektor UNY dan Rektor UNS. Pada perkembangannya program tersebut tidak hanya tukar menukar dosen, tetapi juga penelitian bersama, menulis buku ajar bersama dan seminar internasional bersama.  Lanjut Sardiman, dalam perjalanannya, 4 LPTK itu bertambah Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan yang terakhir Universitas Veteran (Univet ) Sukoharjo.   Semua program ini  memberi nilai tambah. Sebagai contoh,  dengan pertukaran dosen  banyak sekali manfaat yang didapatkan. Tidak hanya saling berbagi ilmu dan pengalaman, para dosen yang dikirim keluar mengajar di LPTK  mitra menjadi lebih rajin ke perpustakaan dan meningkatkan kemampuan  sehingga ada perbaikan proses pembelajaran”  ungkap Dekan.

Sementara, Rektor UNNES, Prof . Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si,  yang memberikan sambutan mewakili ke 7 rektor,  menyepakati apa yang disampaikan oleh Dekan FISE tersebut, “saya memberikan apresiasi atas apa yang dilakukan oleh rektor UNY (penandatanganan MoU –red) mudah-mudahan melalui penandatanganan MOU kemitraan ini bisa mengoptimalkan kerja dan potensi di masing-masing perguruan tinggi,” ungkap rektor  UNNES. Kerjasama yang sudah dirintis oleh fakultas ilmu sosial ini menurut Sudijono telah memberikan dampak yang sangat positif,  karena dosen-dosen merasa termotivasi, dan mahasiswa mendapatkan suatu pengalaman dari suatu perguruan tinggi yang lain. Sudijono menyampaikan, “Dengan ditandatanganinya MoU kemitraan ini hubungan antara perguruan tinggi mitra menjadi lebih kuat dan lebih memahami aktifitas yang ada di masing-masing perguruan tinggi. “ ujarnya  mengakhiri sambutan.

Sedangkan Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA berpesan walau FIS dan FE sudah terpisah, tetapi  karena masih satu rumpun  ilmu, harus tetap bekerjasama dan berkoordinasi  antara keduanya. Kerjasama yang sangat positif ini hendaknya tidak hanya di FIS/FE tetapi juga dikembangkan ke fakultas-fakultas lain. “Student Exchange tidak hanya di Malaysia  seperti yang sudah UNY laksanakan , tetapi juga bisa di universitas-universitas yang bermitra dengan UNY,” urai Rochmat. Untuk itu, Rochmat berpesan agar banyak materi IPS yang perlu di update sesuai dengan kondisi yang ada, sehingga IPS bisa jauh lebih menarik dari IPA untuk dipelajari dan diminati. (sari/ls)