MAHASISWA PPGT-3T UNY DIKLAT DI AAU

Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi dari daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (PPGT-3T)  mengikuti pendidikan dan latihan di kampus Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta mulai Senin (14/11) hingga Jumat (18/11). Sebanyak 64  mahasiswa yang berasal dari Papua, NAD, dan NTT ini merupakan mahasiswa berasrama dan menempuh studi di Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)  dan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT)  UNY selama 5 tahun dari 2011-2016. Selama diklat di AAU, mahasiswa mendapatkan berbagai pelatihan seperti Organisasi dan Budaya Kerja, Kepemimpinan, latihan upacara bendera, ketangkasan halang rintang, pengetahuan narkoba/bahaya rokok, penyeberangan basah, mountenering (repling dan turun tebing, dll.

Disela-sela meninjau kegiatan diklat, Kamis (17/11), Wakil Rektor I UNY, Prof. Dr. Nurfina Aznam, mengatakan, selain mendapatkan materi-materi perkuliahan, mereka juga mendapatkan materi lain. Salah satunya adalah pelatihan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan di AAU Yogyakarta. “Pelatihan ini diharapkan bisa memberikan kemampuan kedisiplinan yang tinggi kepada mahasiswa serta pembentukan pola pikir, dan pola sikap sebagai seorang pengajar, serta mampu bersosialisasi dengan alam sekitar. Mahasiswa yang  yang ikut dalam diklat ini juga berasal dari daerah NAD, Papua, dan NTT sehingga lebih memudahkan dalam penyesuaian dalam kultur budaya di tempat itu.,” lanjutnya.
Dijelaskan Bu Nurfina, UNY  menginginkan  para mahasiswa  tidak hanya menjadi sarjana dan guru biasa, tapi seorang sarjana dan guru yang plus yang mempunyai disiplin tinggi, berkarakter dan dapat membina serta mengembangkan daerahnya, khususnya daerah 3T ini. Latihan fisik  yang dilakukan di AAU ini akan membentuk fisik dan karakter yang kuat pada diri mereka.

Sementara, Mario Alexsandro, mahasiswa dari NTT disela-sela pelatihan turun tebing mengatakan, dengan pelatihan ini dirinya menjadi lebih disiplin dalam melakukan berbagai hal agar apa yang dilakukan menjadi berguna. Nilai lebih lain yaitu bisa mengubah sikap dari yang malas menjadi lebih bersemangat dalam beraktivitas. Sedangkan Yublina Kuanaben dari NTT mengatakan bangga bisa mengikuti pelatihan ini dan baru kali pertama mengikuti pelatihan kedisiplinan. “Saya juga bangga karena dianggap paling bagus dalam kegiatan turun tebing. Dengan ikut pelatihan ini saya menjadi lebih tepat waktu, bisa bangun pagi, sampai merapikan sepatu tempat tidur,  dan semuanya teratur”,ujarnya . (wit/ls)